KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan membuka secara resmi Pelatihan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini digelar oleh UPTD Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus, dan diikuti oleh para guru SLB dari berbagai daerah di Sultra.
Mewakili Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum, sambutan pembukaan disampaikan oleh Nurhaeni Haeba, selaku Kabid Perencanaan dan Penganggaran Dikbud Sultra.
Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini dan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru SLB sebagai prioritas dalam membangun layanan pendidikan yang adil dan setara.
“Menjadi guru adalah panggilan jiwa, namun menjadi guru di Sekolah Luar Biasa adalah panggilan jiwa yang disertai pengabdian luar biasa,” ucap ibu yang akrab disapa Rani ini.
Ia menjelaskan, para guru SLB tidak hanya bertugas mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga berperan besar dalam menanamkan nilai harapan, kemandirian, dan kepercayaan diri pada anak-anak berkebutuhan khusus.
Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, memiliki visi kuat untuk menjadikan pendidikan yang inklusif dan merata sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik di SLB menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Guru adalah ujung tombak sistem pendidikan kita. Semakin profesional seorang guru, maka semakin berkualitas layanan pendidikan yang diterima anak-anak kita,” tegasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para guru untuk memperbarui wawasan, mengasah keterampilan, serta berbagi praktik baik dalam mendidik anak berkebutuhan khusus.
Ia juga mendorong para peserta agar aktif berdiskusi dan menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para narasumber yang telah dihadirkan.
“Jadikan pelatihan ini bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan demi meningkatkan kualitas diri dan pengabdian bagi anak-anak bangsa,” pesan Nurhaeni di akhir sambutannya.
Dengan dibukanya pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pendidikan luar biasa akan semakin maju dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan inklusif.
Peserta diikuti oleh 70 peserta dari guru SLB se Sulawesi Tenggara dan ada pendamping dari PKK Provinsi Sulawesi Tenggara.
Laporan: Rul R.
















































