Hilirisasi Sub-Sektor Perkebunan, Masa Depan Investasi di Sulawesi Tenggara

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. LM Rusdin Jaya, menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan transformasi besar-besaran pada kebijakan hulu hingga hilir komoditas utama perkebunan, seperti kakao, mete, dan kelapa.

Menurutnya, saat ini berbagai permasalahan masih membayangi sektor perkebunan. Mulai dari produktivitas yang menurun, serangan hama dan penyakit, perlunya peremajaan tanaman yang semakin tua, hingga keterbatasan benih unggul berstandar.

Untuk itu, diperlukan kemitraan strategis yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna mencari solusi nyata.

“Pemerintah Provinsi Sultra melalui visi dan misi Bapak Gubernur ASR ke depan akan menggenjot produksi, produktivitas, pendampingan, serta penanganan masalah mendasar yang dihadapi petani. Mulai dari penyiapan benih berkualitas, pemeliharaan, hingga pemberian pupuk berkualitas tepat waktu,” jelas Rusdin Jaya.

Dari sisi hilir, tantangan yang dihadapi sektor perkebunan Sultra adalah bagaimana mendorong terciptanya produk perkebunan berkelanjutan sesuai standar pasar nasional dan internasional.

Hal ini membutuhkan peningkatan daya saing melalui efisiensi produk dan penerapan teknologi modern agar komoditas perkebunan Sultra semakin kompetitif.

Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra juga menekankan pentingnya pembangunan sektor ini melalui sejumlah isu strategis, antara lain:

1. Meningkatkan produksi, produktivitas, mutu, dan nilai tambah produk perkebunan dan hortikultura.

2. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, baik petugas maupun petani.

3. Meningkatkan nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Tenggara.

4. Memperbaiki dan memperkuat kelembagaan usaha ekonomi produktif di perkebunan melalui koperasi, kelompok tani, dan lembaga lainnya.

5. Menetapkan sistem penyuluhan yang efektif.

6. Menumbuhkan generasi milenial perkebunan di Sultra.

“Dinas Perkebunan dan Hortikultura ingin terus memastikan bahwa sub-sektor perkebunan dan hortikultura mampu membangun kemitraan serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani. Semua ini dilakukan untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara Maju menuju masyarakat yang aman, sejahtera, dan religius,” tutup Rusdin Jaya.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *