KENDARI, LINKSULTRA.COM – Manajemen Unaaha FC memberikan klarifikasi terkait isu tunggakan gaji pemain dan pelatih yang belakangan menjadi sorotan. Manajer Unaaha FC untuk kompetisi Liga 4, Hariadi Pagala, menegaskan bahwa seluruh hak pemain dan pelatih tetap akan diselesaikan, meski saat ini masih dalam proses.
Hariadi menjelaskan, sejak Unaaha FC berdiri sekitar 1,4 tahun lalu, klub tidak pernah mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Kondisi yang terjadi saat ini merupakan kali pertama dan dinilai sebagai bagian dari dinamika yang kerap terjadi dalam dunia sepak bola.
“Kurang lebih 1,4 tahun Unaaha FC terbentuk, tidak pernah terjadi keterlambatan seperti ini. Baru kali ini terjadi, dan hal seperti ini sebenarnya biasa dalam sepak bola,” ujar Hariadi.
Menurutnya, proses pembayaran masih menunggu penyelesaian dari pihak manajemen yang memiliki kewenangan. Ia menegaskan, kapasitasnya hanya sebagai manajer tim Unaaha FC di Liga 4 sehingga masih menunggu keputusan dari pihak di atasnya.
“Saya hanya sebatas manajer tim untuk Liga 4. Saat ini kami masih menunggu proses. Jadi bukan berarti tidak dibayar,” katanya.
Hariadi juga membantah anggapan bahwa manajemen tidak akan memenuhi kewajibannya kepada pemain dan pelatih. Ia menegaskan, yang terjadi hanyalah penundaan pembayaran dan seluruh hak tetap akan diselesaikan.
“Tidak ada bahasa tidak bayar. Yang ada hanya menunggak dan sementara berproses. Selama ini pembayaran berjalan lancar dan kami memastikan gaji pemain serta pelatih akan tetap diselesaikan,” tegasnya.
Selain memberikan klarifikasi terkait keterlambatan pembayaran, Hariadi mengungkapkan bahwa keputusan tersebut juga berkaitan dengan evaluasi internal manajemen terhadap pelatih kepala.
Menurutnya, pelatih kepala dinilai tidak memberikan keterangan secara profesional kepada pihak manajemen terkait pertandingan terakhir pada babak delapan besar.
“Keterlambatan ini juga merupakan bentuk sanksi kepada pelatih kepala yang tidak memberikan keterangan kepada pihak manajemen secara profesional terkait pertandingan terakhir di babak delapan besar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam sebuah organisasi sepak bola, tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada manajemen. Pelatih dan seluruh unsur tim juga memiliki kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya.
“Artinya, jangan sampai hanya pihak manajemen yang dituntut. Kami sebagai manajemen juga memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban, khususnya kepada pelatih kepala, atas hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan hasil evaluasi tim,” jelas Hariadi.
Meski demikian, ia memastikan persoalan internal tersebut tidak akan menghilangkan komitmen klub dalam memenuhi hak-hak pemain dan pelatih. Manajemen berharap proses penyelesaian dapat segera rampung sehingga fokus tim dapat kembali diarahkan pada pembinaan dan persiapan kompetisi berikutnya.
Laporan : Rul R.














































