KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura kembali menggelar Pasar Tani Hortikultura sebagai bagian dari Program Kerja 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menekan laju inflasi daerah dengan memangkas rantai distribusi, menghubungkan petani langsung dengan konsumen.
Pasar tani yang digelar hari ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha hortikultura.

Selain menyediakan berbagai produk hortikultura segar dan olahan dengan harga terjangkau, pasar tani juga memberikan ruang bagi petani untuk memasarkan hasil panennya secara langsung. Ini sekaligus menjadi sarana promosi produk unggulan daerah.
“Pasar tani ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau wilayah lain di Sulawesi Tenggara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, LM Rusdin Jaya.
Manfaat Pasar Tani:
- Menyediakan produk hortikultura segar dan olahan berkualitas dengan harga terjangkau.
- Membantu petani memasarkan hasil pertaniannya secara langsung kepada konsumen.
- Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya komoditas hortikultura.
- Memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan hortikultura lokal.
Pada pelaksanaan hari ini, pasar tani menjual 19 jenis komoditi hortikultura yang berasal dari Kabupaten Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari.

Produk-produk tersebut dijual dengan harga langsung dari petani, dengan selisih maksimal Rp2.000 dari harga pasar, bahkan beberapa di antaranya sama dengan harga pasar.
Nilai transaksi pada kegiatan hari ini mencapai Rp4.930.000,-, dengan rincian produk dan harga sebagai berikut:
| No | Produk | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|
| 1 | Cabai Keriting | 45.000/kg |
| 2 | Cabai Besar | 55.000/kg |
| 3 | Cabai Rawit | 58.000/kg |
| 4 | Tomat | 10.000/kg |
| 5 | Kangkung | 3.000/ikat |
| 6 | Sawi | 5.000/ikat |
| 7 | Kacang Panjang | 4.000/ikat |
| 8 | Pakis | 5.000/ikat |
| 9 | Bayam | 5.000/ikat |
| 10 | Pepaya | 5.000/kg |
| 11 | Semangka | 9.000/kg |
| 12 | Melon Putih | 8.000/kg |
| 13 | Melon Orange | 10.000/kg |
| 14 | Daun Bawang | 22.000/kg |
| 15 | Kemangi Daun | 5.000/ikat |
| 16 | Seledri Pot Besar | 50.000/pot |
| 17 | Seledri Polibag | 10.000/pot |
| 18 | Daun Bawang Pot | 20.000/pot |
| 19 | Daun Bawang Polibag | 12.000/polibag |
Produk-produk hortikultura ini diperoleh langsung dari kebun petani yang sedang panen atau melalui pengiriman menggunakan angkutan umum. Harga pembelian ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku di tingkat petani melalui pedagang pengumpul, atau sesuai harga jual yang ditetapkan oleh petani.
Sistem pembayaran dilakukan secara tunai maupun angsuran, menyesuaikan dengan kesepakatan antara petani dan Dinas Perkebunan dan Hortikultura.

Pemerintah Provinsi berharap kegiatan pasar tani ini dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan menghadirkan produk hortikultura serta perkebunan dalam variasi yang lebih luas dan jumlah yang lebih besar.
Laporan: Rul R.









































