Sultra Perkuat Wisata Bahari, Kapal Pesiar dan Desa Wisata Jadi Andalan Baru

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara terus mempercepat pengembangan sektor pariwisata melalui penguatan atraksi bahari, peningkatan kualitas desa wisata, serta pembukaan jalur pelayaran rekreasi.

Kabid Pengembangan Destinasi dan Pariwisata Dispar Sultra, Amari, mewakili Kadis Pariwisata Sultra Belli Tombili, menjelaskan bahwa arah pembangunan tahun ini dan tahun mendatang menitikberatkan pada wisata bawah laut sebagai ikon utama daerah.

Amari mengatakan, beberapa titik potensial seperti Wauraha, Ulusawa, Sanisani, Meleura, Napabale hingga Nahmu merupakan kawasan yang menyimpan keindahan terumbu karang dan arus laut yang cocok untuk paket drift diving.

Lokasi-lokasi tersebut kini mulai disiapkan dengan melibatkan komunitas diving, pengelola desa wisata, serta pelaku usaha lokal agar memiliki standar keamanan dan layanan yang lebih baik.

Ia menegaskan bahwa Sultra perlu memperkuat riset biota laut, riset kontur perairan, hingga penyusunan standar operasional penyelaman agar daerah ini dapat bersaing sebagai destinasi bahari nasional.

Selain itu, kunjungan kapal pesiar menunjukkan tren peningkatan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kapal pesiar besar telah bersandar di Bawau-Bawau dan dijadwalkan kembali datang hingga awal Desember.

Jalur pelayaran dari Bali menjadi salah satu rute yang kian sering melirik Sultra sebagai destinasi singgah.

Dispar Sultra juga menjalin komunikasi dengan operator kapal wisata rekreasi untuk memasukkan Wakatobi, Muna, hingga teluk-teluk indah di daratan Sultra ke dalam paket perjalanan mereka.

Kehadiran kapal pesiar ini tidak hanya membawa wisatawan, tetapi juga membuka peluang pemasaran kuliner, kerajinan, dan atraksi budaya lokal.

Amari menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan jalur pelayaran rekreasi nasional yang diusulkan melalui lima titik unggulan: Buton Utara, Wakatobi, Buton Selatan, Buton Tengah, dan berakhir di Kolaka.

Setiap titik akan dikemas dengan agenda khusus seperti festival bahari, pertunjukan budaya, hingga pameran produk ekonomi kreatif.

Jalur ini ditargetkan menjadi ikon baru pariwisata Sultra yang memberikan pengalaman wisata laut terpadu dan terstruktur.

Di sisi lain, pengembangan desa wisata juga menjadi prioritas utama. Dispar Sultra akan memilih beberapa desa untuk “naik kelas” sebagai desa percontohan, yaitu desa dengan pengelolaan atraksi, ekonomi kreatif, dan tata layanan yang lebih profesional.

Konsep ini diharapkan menciptakan model sukses yang dapat direplikasi oleh desa wisata lainnya.

Desa-desa yang memiliki keunikan budaya, kekayaan kuliner, serta daya tarik alam seperti pantai, goa, dan perbukitan akan mendapat pendampingan intensif.

Amari menegaskan bahwa seluruh langkah strategis tersebut dilakukan untuk menguatkan identitas Sulawesi Tenggara sebagai pusat wisata bahari Indonesia.

Dengan kekayaan laut yang luas, kekuatan budaya lokal, serta akses pelayaran yang semakin terbuka, Sultra disebut siap menarik lebih banyak wisatawan domestik hingga mancanegara dalam beberapa tahun mendatang.

 

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *