Wamen Dikti Sains dan Teknologi Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda di Sultra

KONSEL, LINKSULTRA.COM — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintec), Stella Christy, melakukan kunjungan ke Sulawesi Tenggara untuk meninjau lokasi calon pembangunan Sekolah Garuda, program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk sumber daya manusia unggul sejak jenjang SMA.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Stella menyampaikan bahwa Sekolah Garuda merupakan visi langsung dari Presiden Prabowo yang berfokus pada pembangunan SDM di bidang sains dan teknologi. “Presiden ingin agar putra-putri terbaik bangsa mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi sejak SMA. Sekolah ini dirancang sebagai program pra-universitas yang nantinya akan mengantarkan lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Menurut Wamen Stella, lokasi yang ditinjau hari ini merupakan salah satu dari tiga lokasi yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, selain Konawe dan Wakatobi. Lokasi pertama yang ditinjau berada di wilayah UPTD Balai Benih Produksi Perkebunan, Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami sangat terkesan dengan lokasi ini. Letaknya yang tidak berada di pusat kota sangat ideal untuk menciptakan lingkungan belajar berasrama yang inklusif. Sekolah ini bukan hanya mencetak siswa berwawasan global, tetapi juga berkepekaan lokal. Mereka harus bisa bersosialisasi dan memberi kontribusi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa selain sarana dan prasarana yang akan dibangun, perhatian besar juga akan diberikan pada kualitas tenaga pengajar. “Guru adalah tulang punggung sekolah. Nantinya, guru-guru di Sekolah Garuda akan direkrut sebagai ASN melalui formasi khusus dan menjadi bagian dari Kemendikti Saintec. Kami juga berharap guru-guru terbaik dari daerah dapat bergabung dan turut memajukan pendidikan nasional,” tegasnya.

Mengenai kesiapan daerah, Wamen Stella mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Sultra yang telah mempersiapkan calon guru dan kepala sekolah dari wilayah setempat. Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pusat dan daerah untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan merata.

LM Rusdin Jaya, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, yang turut hadir mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa lokasi yang ditinjau merupakan lahan milik UPTD Balai Benih Produksi Perkebunan dengan luas sekitar 20 hektare. “Kami sangat berharap lokasi ini terpilih menjadi tempat dibangunnya Sekolah Garuda. Selain strategis, lokasi ini juga merupakan pusat penelitian dan pengembangan kakao serta hortikultura. Jika disetujui pemerintah pusat, maka ini akan menjadi sinergi besar antara pendidikan dan riset di sektor perkebunan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian lahan akan tetap dipertahankan untuk kegiatan riset yang melibatkan siswa, peneliti, dan universitas. Hal ini sejalan dengan keinginan Kemendikti Saintec untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang juga mendorong inovasi dan penelitian di sektor pertanian dan perkebunan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tahap awal penentuan lokasi Sekolah Garuda. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dimulai tahun ini dengan kerja sama erat antara kementerian dan pemerintah daerah.

 

Laporan: Rul R.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *