KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura tengah menyiapkan Rencana Aksi (Road Map) Hilirisasi Perkebunan Tahun 2026–2030.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari visi Gubernur Sultra, “Terwujudnya Sulawesi Tenggara MAJU Menuju Masyarakat Aman, Sejahtera dan Religius”.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, LM Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa program hilirisasi difokuskan pada misi kedua Gubernur, yakni menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian dalam arti luas, termasuk subsektor perkebunan.

“Hilirisasi perkebunan bukan hanya soal pengolahan bahan baku, tetapi bagaimana memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat daya saing produk Sultra di pasar nasional maupun internasional,” ujar Rusdin Jaya di Kendari, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, terdapat sejumlah manfaat dari hilirisasi, mulai dari peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, kontribusi nyata bagi perekonomian daerah, hingga mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan baku.

Hilirisasi juga diharapkan mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengolahan produk perkebunan.
Adapun komoditas utama yang menjadi fokus hilirisasi dalam Road Map 2026–2030 meliputi, kakao, tebu, kelapa, nilam, aren, sagu, dan mete.
“Kami di Dinas Perkebunan dan Hortikultura akan memastikan rencana aksi ini berjalan sesuai ketentuan. Harapannya, manfaat hilirisasi dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sultra, khususnya para petani,” tambahnya.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Sultra optimistis sektor perkebunan tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah menuju 2030.
Laporan: Rul R.









































