KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyiapkan kawasan wisata kuliner di Bundaran Kantor Gubernur, Kota Kendari.
Program ini merupakan gagasan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua, untuk memberikan ruang berjualan yang layak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menata lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, mengatakan pembangunan kawasan wisata kuliner ini akan dibiayai melalui anggaran APBD Perubahan dengan total lebih dari Rp3 miliar.
“Lokasinya akan dibangun sepanjang kurang lebih 100 meter dengan lebar 40 meter. Setiap lapak berukuran 1,5 x 3 meter, sehingga bisa menampung sekitar 65 pedagang. Di dalamnya sudah termasuk area parkir, tempat makan, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Martin, Kamis (21/08/25).
Ia menegaskan, kehadiran kawasan wisata kuliner ini juga bertujuan menertibkan pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan sekitar bundaran.
Aktivitas tersebut sering memakan badan jalan dan trotoar, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki.
“Kalau sudah selesai, pedagang tidak lagi diperbolehkan berjualan di pinggir jalan. Kita ingin kawasan ini tertib, aman, dan nyaman, baik untuk pedagang, pengunjung, maupun pengguna jalan,” tambahnya.
Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Setelah selesai, pengelolaan kawasan wisata kuliner akan diserahkan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Sultra sebagai pihak yang berwenang mengatur retribusi dan operasional.
“Dinas kami hanya membangun fasilitasnya. Untuk pengaturan lapak dan biaya retribusi nantinya menjadi kewenangan Dinas Koperasi UMKM,” kata Martin.
Kawasan wisata kuliner ini diharapkan menjadi pusat kuliner malam yang representatif dan ikon baru bagi Kota Kendari, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM lokal.
Laporan: Rul R.










































