BOMBANA, LINKSULTRA.COM – Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan terobosan. Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Sukriyanto menginisiasi aplikasi Digitalisasi Pemetaan Sistem Jaringan Irigasi (Digipeta Sijari) belum lama ini.
Ia mengatakan, lahirnya aplikasi Digipeta Sijari agar mempermudah pekerjaan saat berada di lapangan agar tidak semua pengawasan tidak dipantau secara manual lagi.

Syuriyanto melakukan sosialisasi dalam rangka optilisasi kinerja aparataur penyelenggara operasi dan pemeliharaan daerah irigasi melalui Digipeta Sijari dengan rencana aksi perubahan lelatihan kepemimpinan administrator (PKA) Angkatan XiV tahun 2024.
Di hadapan petugas lapangan, Kabid PJPA Dinas SDA dan Bina Marga Sultra ini mengatakan, lahirnya Dijipeta Sijari ini sebagai bentuk digitalisasi untuk pelaporan para petugas lapangan atas hasil pekerjaan mereka di bidang irgasi yang dikerjakan.

“Jadi semua kinerja anggota di lapangan dalam 1 kilo misalnya dapat ditahu tanpa harus turun ke lapangan, petugas mengirim foto, terkoneksi dengan aplikasi dan Google Earth. Ini memudahkan kita dalam pengawasan,” ungkap Syukri.
“Dengan aplikasi ini tidak ada kecurangan semua bisa terbaca di sistem dan dengan adanya aplikasi ini lebih akuntabilitas,” sambung pria yang hobby futsal ini.

Ia melanjutkan, para pekerja aktivitas petugas lapangan bisa dipantau via HP.
“Melalui aplikasi ini pekerjaan dan tahun kerja ditahu semua. Ini adalah invovasi terbaru yang menggunakan sistem terbaru,” jelasnya.
Diungkapkan, disamping bisa melihat kondisi irigasi pihaknya juga bisa mengidentifikasi jaringan irigasi.
“Jadi kita bisa tau tahun ini dia alokasikan anggaran sekian untuk ini dan sisanya sekian masih saluran tanah. Sisanya mungkin rehab itu bisa,” ungkapnya.

Syukriyanto menambahkan, aplikasi Digipeta Sijari bisa langsung dipakai di jalan contohnya jalan Maligano-Ronta.
“Berapa sih panjang jalannya, kondisi jalannya seperti apa dan dekernya dimana. Jadi posisi realtime kita langsung tau yang dikendalikan dalam satu smartphone. Jadi ini untuk mempermudah pengawasan, jadi kita bisa lihat saluran irigasinya di hutan-hutan karena bukan kayak di jalan,” tutupnya.
Laporan : Rul R.










































