Pemprov Sultra Gelar Enam Kali Pasar Tani Hortikultura untuk Stabilisasi Harga dan Pasokan

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura mencatat keberhasilan pelaksanaan enam kali Pasar Tani Hortikultura sepanjang tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program prioritas daerah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. LM Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa pasar tani merupakan wadah pertemuan langsung antara petani dan konsumen.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh produk segar berkualitas dengan harga terjangkau, sementara petani mendapatkan akses pasar yang lebih luas tanpa melalui perantara.

“Sepanjang Maret hingga September 2025, kami telah menggelar enam kali Pasar Tani Hortikultura. Pelaksanaannya di berbagai lokasi strategis seperti kawasan Eks MTQ Kendari, halaman Tugu Pilar samping kantor Bappeda, dan GOR Apriyani. Beberapa di antaranya dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas Pemprov Sultra,” ungkap Rusdin.

Adapun pelaksanaan pasar tani tahun ini berlangsung pada 19–21 Maret di Eks MTQ Kendari, 23 Mei di halaman Tugu Pilar, 4 Juni di lokasi yang sama, 26–27 Agustus di Eks MTQ Kendari, 5 September di GOR Apriyani Kendari, serta 7 September kembali di Eks MTQ Kendari.

Rusdin menegaskan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama: menyediakan produk hortikultura berkualitas dengan harga terjangkau, membantu petani dalam memasarkan produk hingga ke tangan konsumen, dan memperkenalkan produk unggulan hortikultura daerah, termasuk aneka buah tropis, sayuran segar, hingga olahan lokal.

Lebih lanjut, ia menyebut kehadiran pasar tani tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi ajang promosi potensi hortikultura Sultra.

Produk-produk yang ditawarkan mampu menunjukkan keragaman hasil pertanian daerah sekaligus membuka peluang investasi sektor hortikultura.

“Pasar tani ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan, harga, dan keberlangsungan usaha petani. Ke depan, kami menargetkan kegiatan ini juga bisa dilaksanakan di kabupaten lain agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Rusdin menambahkan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura berkomitmen menjadikan pasar tani sebagai program berkelanjutan. Selain menjaga keseimbangan harga, program ini diharapkan memperkuat jejaring kemitraan antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan konsumen.

Sementara itu, Kabid Holtikultura Dinas Perkebunan dan Holtikultura Sultra, Dr Arwin mengatakan pasar ini akan digelar dua kali lagi.

“Insya Allah pasar Holtikultura ini ini akan digelar dua kali lagi jadi total semaunya 8 kali. Untuk pasar yang ke 7 ini akan dilaksanakan pada Jumat 24 Oktober 2025 di sekitar kantor Dinas Perkebunan, dan yang terakhir akan dijadwalkan oleh pimpin,” singkatnya.

 

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *