Pemprov Sultra Genjot Pembangunan Jalan Strategis, Dua Ruas Ditarget Rampung Akhir 2025

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi baru di daerah.

Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA & BM) Sultra yang dipimpin Pahri Yamsul, dua proyek besar kini tengah dikebut pengerjaannya, yakni ruas jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta di Kabupaten Buton Utara dan ruas Poli Polia–batas Konawe Selatan di Kabupaten Kolaka Timur.

Dua proyek ini masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2025 dan diharapkan menjadi penopang utama pergerakan ekonomi di wilayah selatan dan timur Sultra.

“Progres kedua ruas ini sudah mencapai sekitar 60–70 persen. Kami targetkan tuntas paling lambat Desember 2025, bahkan kami usahakan bisa lebih cepat, akhir November sudah signifikan,” ujar Pahri Yamsul, di Kendari, Sabtu (26/10/2025).

Ruas Jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta di Buton Utara

Proyek pembangunan ruas jalan Simpang Tiga Bubu–Ronta membentang sepanjang 11,9 kilometer. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp33,9 miliar dan dikerjakan oleh PT Wiratama Karya Nugraha.

Jalan tersebut menjadi jalur vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Buton Utara yang selama ini aksesnya terbatas, sehingga masyarakat harus menempuh waktu lebih lama untuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas harian.

“Jalan ini bukan hanya membuka akses, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar,” kata Pahri.

Ruas Jalan Poli Polia–Batas Konawe Selatan

Sementara itu, ruas jalan Poli Polia–batas Konsel di Kabupaten Kolaka Timur dibangun sepanjang 10,5 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp30,2 miliar. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Bangun Lindo Karya Lutama dan ditarget rampung dalam waktu 160 hari kerja sejak kontrak ditandatangani pada pertengahan 2025.

Ruas ini sangat strategis karena menjadi jalur utama penghubung dua kabupaten penghasil pertanian dan perkebunan. Selain memperlancar arus barang dan jasa, kehadiran jalan ini juga mendukung program pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dorongan untuk Pemerataan Pembangunan

Menurut Pahri, pembangunan infrastruktur jalan menjadi bagian dari visi besar Pemprov Sultra dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi ekonomi. Kalau aksesnya lancar, ekonomi daerah ikut bergerak. Karena itu, pembangunan seperti di Poli Polia dan Bubu–Ronta ini harus dikawal bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.

“Mari kita sama-sama mengawasi dan menjaga jalan yang sudah bagus. Pemerintah membangun, tapi keberlanjutannya harus dijaga masyarakat,” ujarnya.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Jika kedua proyek ini selesai tepat waktu, maka manfaat langsungnya akan dirasakan masyarakat di Buton Utara, Kolaka Timur, dan Konawe Selatan.

  • Akses antarwilayah akan lebih cepat, memudahkan mobilitas masyarakat.
  • Distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi lebih efisien.
  • Biaya logistik menurun, harga komoditas di tingkat petani lebih stabil.
  • Akses ke layanan pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah.

Pembangunan dua ruas jalan ini juga diharapkan mampu menstimulasi tumbuhnya sektor-sektor pendukung seperti perdagangan, pariwisata, serta investasi lokal.

Arah Pembangunan 2026

Ke depan, Dinas SDA & Bina Marga Sultra akan terus memprioritaskan pembangunan jalan lintas kabupaten dan jalan strategis provinsi lainnya, termasuk peningkatan ruas jalan di wilayah perbatasan seperti Kolaka Timur–Konawe Selatan dan simpang tiga Bubu–Ronta.

“Pembangunan infrastruktur ini tidak berhenti di sini. Tahun 2026 kami akan lanjutkan untuk menyambung jalan-jalan yang belum tuntas agar konektivitas di seluruh kabupaten di Sultra benar-benar terintegrasi,” tutur Pahri.

Dengan progres yang terus meningkat dan pengawasan yang diperketat, proyek jalan strategis ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Sultra dalam memperkuat pondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan—dari pesisir hingga pegunungan, demi Sultra yang lebih maju dan merata.

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *