KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng chef profesional dari Unilever Food Solutions untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas produk kuliner pelaku UMKM. Sebanyak 80 pelaku usaha dijadwalkan mengikuti kegiatan Culinary Demo Kendari pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra, Jalan Bunga Matahari Nomor 37, Lahundape, Kendari, tersebut menghadirkan Chef Teduh, Sous Chef Unilever Food Solutions, untuk memberikan demonstrasi memasak sekaligus berbagi pengetahuan tentang teknik mengolah makanan yang menarik bagi konsumen.
Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing di tengah persaingan pasar.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Belli HT, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus menyasar pelaku UMKM yang membutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan makanan yang enak perlu didukung dengan teknik pengolahan dan penyajian yang baik agar produk yang dijual mampu menarik perhatian konsumen.
“Target kegiatan ini adalah para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Kami berharap mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru tentang bagaimana meracik makanan agar lebih menarik dan menggugah selera konsumen,” ujar Belli.
Ia menjelaskan, pelaku usaha kuliner perlu terus meningkatkan kemampuan agar dapat menyesuaikan produk yang ditawarkan dengan kebutuhan dan selera pasar.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan secara langsung dalam menjalankan usaha masing-masing.
Belli menilai peningkatan keterampilan mengolah makanan merupakan bagian penting dari upaya mendorong UMKM berkembang. Dengan pengetahuan yang memadai, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan.
“Kami ingin pelaku UMKM memperoleh ilmu yang bermanfaat. Dengan keterampilan yang lebih baik dalam mengolah makanan, kami berharap produk yang mereka jual semakin berkualitas, memiliki daya tarik, dan mampu meningkatkan minat konsumen untuk membeli,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mengikuti demonstrasi memasak yang dipandu Chef Teduh dari Unilever Food Solutions. Materi berfokus pada teknik meracik dan mengolah makanan dengan memanfaatkan produk-produk yang digunakan dalam industri kuliner.
Produk yang diperkenalkan meliputi bahan penyedap, kecap, serta sejumlah produk pendukung pengolahan makanan yang dipasarkan Unilever Food Solutions.
Pelatihan ini tidak terbatas pada satu jenis makanan tertentu. Peserta akan mendapatkan pengetahuan mengenai teknik pengolahan yang dapat disesuaikan dengan jenis produk dan karakteristik usaha kuliner masing-masing.
Dengan pendekatan praktik langsung, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami cara memanfaatkan bahan makanan secara tepat untuk menghasilkan hidangan yang menarik dan menggugah selera.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Sultra sekaligus Ketua Panitia, La Ode Paliawaludin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan sejumlah asosiasi dan organisasi yang menaungi pelaku UMKM.
Mitra yang terlibat antara lain Apulindo, Triple K, dan Forum UMKM Sulawesi Tenggara.
Menurut La Ode Paliawaludin, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan serta memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitasnya melalui kegiatan yang bersifat praktis.
Ia mengatakan kehadiran chef profesional dari Jakarta diharapkan memberikan pengalaman baru bagi peserta, terutama dalam mempelajari teknik meracik makanan yang dapat meningkatkan daya tarik produk.
“Inti utama kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM tentang cara meramu dan mengolah makanan agar memiliki daya tarik bagi konsumen. Melalui demonstrasi langsung dari chef, peserta diharapkan bisa mempelajari teknik yang dapat diterapkan dalam usaha mereka,” jelasnya.
La Ode menambahkan, keterampilan mengolah makanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing. Karena itu, peserta diharapkan tidak sekadar mengikuti demonstrasi, tetapi juga memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan produk kuliner masing-masing.
Selain memperoleh pengalaman belajar dari chef profesional, peserta juga berkesempatan mendapatkan sejumlah manfaat, seperti produk gratis dari Unilever, goodie bag, makan siang, sesi mencicipi makanan atau food test, serta sertifikat keikutsertaan.
Panitia membatasi kegiatan tersebut untuk 80 peserta pertama sehingga pelaku UMKM yang menjadi sasaran diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
Lebih lanjut, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra membuka peluang untuk mengembangkan kegiatan serupa di kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tenggara.
Rencana tersebut akan dikoordinasikan kembali bersama mitra penyelenggara dengan mempertimbangkan respons serta kesiapan daerah yang akan menjadi lokasi kegiatan berikutnya.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di Kendari. Ke depan, kami akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi kembali dengan pihak mitra agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan di kota atau kabupaten lain, dengan mempertimbangkan kesiapan dan respons dari masing-masing daerah,” ungkap La Ode Paliawaludin.
Melalui kegiatan Culinary Demo Kendari, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra berharap pelaku usaha kuliner semakin terampil dalam mengolah makanan, mampu meningkatkan kualitas produk, serta lebih siap menghadapi persaingan pasar.
Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi UMKM, dan mitra industri diharapkan terus berlanjut sehingga pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dapat dilakukan secara berkesinambungan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM di Sulawesi Tenggara.
Laporan : Rul R.
















































