Dinas Koperasi Sultra Serahkan Sertifikat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan sertifikat kesehatan kepada koperasi simpan pinjam yang dinilai memenuhi standar kesehatan kelembagaan dan tata kelola.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pasar Rakyat Murah dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026.

Peringatan Hari Koperasi Nasional sendiri diperingati setiap 12 Juli, sebagai momentum untuk mengenang lahirnya gerakan koperasi di Indonesia sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sesuai amanat konstitusi.

Rangkaian kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Sultra dipusatkan di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara selama dua hari, Selasa-Rabu, 14–15 Juli 2026.

Selain penyerahan sertifikat kesehatan koperasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar rakyat murah serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra, Dr. LM Shalihin, mengatakan penilaian kesehatan koperasi merupakan agenda rutin pemerintah untuk memastikan koperasi simpan pinjam dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kita melakukan penilaian terhadap koperasi simpan pinjam. Setelah dinilai, hasilnya diplenokan sehingga muncul kategorinya, yaitu sehat, cukup sehat, atau dalam pengawasan. Hari ini kita menyerahkan sertifikat kepada koperasi yang masuk kategori sehat,” ujar LM Shalihin.

Ia menjelaskan, penilaian kesehatan dilakukan terhadap koperasi simpan pinjam primer yang menjadi binaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penilaian tersebut menjadi tolok ukur kualitas tata kelola sekaligus dasar bagi pemerintah dalam melakukan pembinaan.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UMKM Sultra membina sekitar 414 koperasi primer tingkat provinsi.

Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 55 koperasi simpan pinjam primer tingkat provinsi yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan menjadi objek penilaian kesehatan.

“Dari 55 koperasi simpan pinjam primer provinsi yang telah kami lakukan penilaian, hari ini secara simbolis kami menyerahkan sertifikat kepada lima koperasi yang telah memenuhi kategori sehat,” jelasnya.

Menurut LM Shalihin, koperasi yang memperoleh predikat sehat menunjukkan bahwa pengelolaan kelembagaan, manajemen, serta pelayanan kepada anggota telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Sementara koperasi yang masih berada pada kategori cukup sehat maupun dalam pengawasan akan terus mendapatkan pendampingan agar kualitas pengelolaannya semakin baik.

Selain penyerahan sertifikat, pelaksanaan pasar rakyat murah menjadi daya tarik utama dalam peringatan Harkopnas tahun ini.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula pasir, dan komoditas pangan lainnya dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya koperasi, pelaku UMKM, Perum Bulog, serta mitra lainnya sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

LM Shalihin berharap seluruh rangkaian kegiatan Harkopnas 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memperkuat eksistensi koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *