KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merencanakan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri pada 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Sultra, La Ode Fitrah Arsyad, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan harga di beberapa kabupaten dan kota, terutama pada komoditas yang berpotensi mengalami inflasi.
“Pemantauan harga akan difokuskan pada bahan-bahan pokok yang sering mengalami lonjakan harga menjelang puasa dan hari raya. Kami juga akan mengadakan pasar murah di 10 kabupaten dan kota untuk membantu masyarakat yang terdampak inflasi,” tarang Fitrah saat diwawancarai ditemui Kantor Gubernur Sultra, Jumat (17/1).
Selain itu, Disperindag Sultra juga akan memastikan pasokan gas LPG 3 kg tetap stabil menjelang kebutuhan yang meningkat. Pemantauan terhadap penggunaan minyak tanah dan bahan pokok lainnya di pasar tradisional serta retail modern juga akan dilakukan untuk menghindari spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
Untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, Disperindag juga akan melaksanakan pembinaan terhadap usaha baru di 17 kabupaten dan kota. Program ini mencakup pemberian bantuan mesin dan peralatan untuk kelompok industri kecil dan menengah.
Di sisi lain, Disperindag Sultra akan menyelenggarakan festival kopi dan festival tenun setelah lebaran. Festival kopi akan menjadi ajang untuk mendukung pelaku usaha kopi lokal, yang kini semakin marak di daerah ini. Festival tenun bertujuan untuk melanjutkan program pembinaan usaha tenun yang telah dimulai tahun lalu.
“Kami ingin meningkatkan daya saing produk-produk lokal, khususnya kopi dan tenun, dengan menghadirkan narasumber dari daerah-daerah yang sudah lebih maju. Dengan begitu, kita dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan kualitas produk lokal,” tambah Fitrah.
Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama menjelang bulan puasa dan hari raya, sekaligus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Sultra.
Laporan: Rul R.










































