KENDARI, LINKSULTRA.COM – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Belli T., mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat lima kapal pesiar yang dijadwalkan singgah di wilayah Sultra, dengan kapasitas masing-masing kapal sekitar 250–300 penumpang. Rute kapal tersebut berasal dari Australia dan singgah di sejumlah destinasi seperti Bali, Baubau, Palopo, dan Manado.
“Kalau dibandingkan dengan Labuan Bajo yang tahun ini dikunjungi 45 kapal pesiar, kita di Sultra baru lima. Makanya saya dorong tahun depan jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat, bahkan sepuluh kapal,” ungkap Belli saat berbincang usai pertemuan dengan travel agent internasional di Toraja.
Dalam diskusi lanjutan yang berlangsung di Baubau, Belli menekankan pentingnya melobi langsung operator kapal pesiar. Ia menyebut salah satu potensi besar adalah menjadikan Raha dan Baubausebagai titik singgah utama karena memiliki daya tarik alam dan budaya kelas dunia, seperti situs Liangkabori di Muna.
Namun, ia mengingatkan perlunya kesiapan menyeluruh, termasuk transportasi massal untuk menampung ratusan wisatawan, SDM pemandu wisata, dan fasilitas akomodasi sesuai standar wisatawan mancanegara. Ia juga menyinggung potensi menginapkan turis di Baubau sebagai strategi memperkuat dampak ekonomi lokal.
“Kalau hotelnya memungkinkan, tentu akan lebih baik karena wisatawan bisa tinggal lebih lama. Tapi harus sesuai standar mereka,” ujarnya.
Belli juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku swasta agar pariwisata kapal pesiar bisa menjadi penggerak ekonomi nyata di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Rul R.










































