KAHMI Konkep Soroti Pemadaman Listrik, Desak PLN Langara Tingkatkan Pelayanan

KONKEP, LINKSULTRA.COM – Pemadaman listrik yang berulang tanpa pemberitahuan di Kabupaten Konawe Kepulauan menuai sorotan. Di tengah suasana bulan suci Ramadan, kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga ibadah.

Gangguan listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Wawonii Utara, Wawonii Timur Laut, Wawonii Timur, dan sekitarnya. Warga mengeluhkan ketidakpastian layanan yang terus berulang tanpa penjelasan yang memadai.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Konkep, Ajad Sudrajad, S.H., meminta pihak PLN Unit Langara untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.

Menurut Ajad, pemadaman yang kerap terjadi dengan alasan serupa tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Ia menilai perlu adanya solusi nyata dan langkah konkret dari pihak penyedia layanan.

“Penjelasan soal kerusakan mesin yang terus berulang tanpa solusi jelas justru menimbulkan pertanyaan publik. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian dan perbaikan yang terukur,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya pemberitahuan sebelum pemadaman terjadi. Padahal, transparansi informasi merupakan bagian penting dalam pelayanan publik.

“Ketika tidak ada informasi sebelumnya, masyarakat dipaksa menghadapi situasi yang tidak pasti. Ini bukan sekadar soal listrik padam, tetapi menyangkut hak masyarakat atas layanan yang layak,” tegasnya.

Ajad menambahkan, dampak pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiil, terutama terhadap peralatan elektronik milik warga.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa hak masyarakat sebagai konsumen telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, termasuk hak atas kenyamanan, keamanan, serta informasi yang jelas dan jujur.

“Jika layanan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan kerugian, tentu ada tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa,” jelasnya.

Ia juga menilai persoalan ini semakin krusial karena terjadi pada momen Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, saat kebutuhan listrik masyarakat meningkat signifikan.

“Ramadan merupakan waktu dengan aktivitas yang tinggi, mulai dari sahur hingga ibadah malam. Listrik menjadi kebutuhan vital, sehingga gangguan yang terjadi sangat dirasakan dampaknya,” ungkapnya.

Ajad mendesak PLN Unit Langara segera melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Diperlukan langkah konkret dan bukan sekadar perbaikan sementara setiap kali terjadi gangguan,” katanya.

Ia pun menegaskan pentingnya komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Kepercayaan masyarakat dibangun dari pelayanan yang konsisten. PLN harus hadir sebagai solusi, bukan justru menambah beban masyarakat,” pungkasnya.

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *