KENDARI, LINKSULTRA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama masyarakat Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Jumat 7 Agustus 2026, menggelar praktik pembuatan gula cair berbahan baku air nira sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dan warga yang secara bersama-sama mengolah air nira menggunakan tungku tradisional.
Dalam prosesnya, air nira dimasak di dalam wajan berukuran besar sambil terus diaduk hingga mengental dan berubah menjadi gula cair siap konsumsi.
Suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, terlihat antusias menyaksikan sekaligus terlibat dalam proses pengolahan yang menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

Air nira merupakan cairan manis yang diperoleh dari penyadapan bunga atau mayang tanaman palma seperti aren, kelapa, maupun lontar.
Cairan ini kaya akan gula alami sehingga dapat diolah menjadi berbagai produk, di antaranya gula merah, gula semut, dan gula cair. Selain memiliki cita rasa khas, gula cair juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi apabila diproduksi secara baik dan dipasarkan secara luas.
Koordinator Desa KKN Tematik, Muhammad Adit, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu kepada masyarakat melalui pengolahan sederhana yang mudah diterapkan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat bahwa air nira memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Dengan teknik pengolahan yang sederhana, air nira dapat diolah menjadi gula cair yang memiliki nilai jual sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” ujar mahasiswa Jurusan Kehutanan FHIL UHO ini.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diusung mahasiswa KKN Tematik Jurusan Kehutanan FHIL UHO dalam mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Selain praktik pembuatan gula cair, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air nira sejak proses penyadapan, teknik pengolahan yang higienis, hingga peluang pengemasan dan pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berharap masyarakat Kelurahan Tobimeita dapat mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lestari.
Laporan : Rul R.















































