KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong penyelesaian proyek pembangunan jalan strategis di perbatasan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan Konawe Selatan (Konsel).
Progres saat ini sudah mencapai lebih dari 60 persen, dan pemprov menargetkan rampung sebelum kontrak yang seharusnya berakhir pada Desember tahun ini.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga (BM) Sultra, Pahri Yamsul menyebutkan bahwa kontraktor didorong agar menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, asalkan kondisi cuaca – terutama hujan – tidak menghambat proses pengaspalan.
“Kita progreskan sudah 60 persen dan kontraknya habis Desember, tapi kita upayakan selesai lebih cepat akhir November 2025, mudah-mudahan awal Desember paling lambat karena kendalanya hujan,” ungkapnya.
Proyek ini menggunakan anggaran Rp 30,2 miliar untuk ruas Poli-Polia (Koltim) hingga batas Konawe Selatan, menurut data Dinas SDA dan Bina Marga Sultra.
“Panjang ruas jalan ini adalah sekitar 10,5 kilometer. Total anggaran untuk dua ruas jalan strategis (termasuk satu ruas di Buton Utara) adalah Rp 64,1 miliar,” terang Pahri.
Menanggapi kritik publik mengenai mutu aspal, Pemprov Sultra menegaskan akan menjaga kualitas pekerjaan. Mereka menggelar rapat dengan kontraktor untuk meninjau penggunaan material dan memastikan bahwa semua sesuai standar teknis PU.
“Kalau material tidak sesuai standar PU, kita tolak, kalau pekerjaan asal-asalan dan merugikan negara, kita bongkar,” tegas Pahri.
Kata dia, pengujian laboratorium dan review inspektorat menjadi bagian dari pengawasan. Inspektorat juga dilibatkan untuk mengecek mutu aspal dan struktur jalan sebelum pekerjaan dianggap selesai.
Ruas jalan sepanjang 10,5 km yang dibangun direncanakan dengan struktur yang baik. Menurut pihak pelaksana, lapisan aspal dan struktur dasar dibangun dengan ketebalan yang sesuai spesifikasi teknis, sehingga bisa menjamin daya tahan jalan ke depan.
Pembangunan jalan ini dianggap sangat strategis oleh pemerintah provinsi karena:
Menghubungkan wilayah Koltim dan Konsel, membuka akses ekonomi baru.
Mempercepat mobilitas masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Meningkatkan konektivitas antarwilayah, yang pada jangka panjang diharapkan memacu pembangunan ekonomi lokal.
Target penyelesaian proyek adalah 12 Desember 2025, sesuai kontrak yang ditandatangani.
Laporan: Rul R















































