Oleh: Ir. Maudhy Satyadharma, ST., MT.
Staf Bidang Angkutan Jalan Dishub Provinsi Sulawesi Tenggara
KENDARI, LINKSULTRA.COM – Setiap tanggal 17 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis sektor transportasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 dengan tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” bukan sekadar perayaan simbolik bagi insan perhubungan. Tema tersebut mengandung pesan bahwa konektivitas harus berujung pada manfaat nyata: masyarakat semakin mudah bergerak, barang semakin lancar didistribusikan, pelayanan publik semakin berkualitas, dan tidak ada wilayah yang merasa terisolasi.
Tema Harhubnas 2026
Pesan itu sangat relevan bagi Sulawesi Tenggara sebagai provinsi kepulauan. Menghubungkan Sultra tidak cukup hanya dengan membangun jalan, terminal, pelabuhan, atau memperluas konektivitas udara.
Yang lebih penting adalah memastikan seluruh simpul transportasi tersebut menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan.
Sejumlah kajian transportasi di Sulawesi Tenggara memperlihatkan bahwa tantangan tersebut masih nyata. Penelitian yang dilakukan oleh Sulistyo, G. A., Satyadharma, M., & Nang, S. F. (2025) mengenai kepuasan masyarakat pada pelabuhan penyeberangan menunjukkan pentingnya kualitas pelayanan pada simpul konektivitas antarpulau.

Kajian lainnya yang dilakukan oleh Rajulan, M., et al. (2026) menegaskan perlunya penguatan tata kelola, teknologi, keselamatan, keberlanjutan, dan pemerataan layanan transportasi di Sultra.
Karena itu, Harhubnas 2026 seharusnya menjadi momentum memperkuat transportasi sebagai pelayanan publik, bukan semata pembangunan infrastruktur.
Optimalisasi perizinan, pengawasan angkutan, optimalisasi penyelenggaraan transportasi di terminal dan pelabuhan, integrasi kebijakan, digitalisasi pelayanan dan inovasi, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan harus menjadi bagian dari agenda pembangunan transportasi Sultra.
Sebagai pribadi dan insan perhubungan, tidak salah untuk berharap Harhubnas tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk terus memperbaiki kualitas pengabdian.
Setiap tugas di bidang perhubungan pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara melalui pelayanan yang aman, humanis, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Harhubnas 2026 diharapkan menjadi momentum bagi Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat konektivitas yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sehingga transportasi mampu mendukung pemerataan ekonomi, pelayanan publik berkualitas, perlindungan lingkungan, serta pencapaian pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Pada akhirnya, menurut kami pribadi, ukuran keberhasilan konektivitas bukan hanya berapa banyak wilayah yang terhubung, tetapi seberapa baik masyarakat merasakan manfaat keterhubungan tersebut.
Menghubungkan Indonesia berarti menghubungkan manusia dengan kesempatan, pelayanan, keselamatan, dan masa depan yang lebih baik.















































