31 Tahun Menelusuri Jejak Leluhur, Abdul Azis Tondrang Ditetapkan Sebagai Datu Wuno Sausu XIII

Penulis adalah  Adi Yusuf Tamburaka Generasi Ke XIIII Tondrang  

 

PALU, LINKSULTRA.COM Perjalanan panjang menelusuri jejak leluhur akhirnya menemukan titik terang. Setelah puluhan tahun melakukan pencarian dan penelusuran silsilah keluarga, Drs. H. Abdul Azis Tondrang, MBA, putra Kendari, akhirnya mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari keturunan Kerajaan Sausu di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penelusuran yang dilakukan sejak 1995 hingga 2026tersebut berawal dari upaya mengungkap garis keturunan ayahnya, H. Abdul Rifai Tondrang. Dari proses penelusuran sejarah keluarga, dokumen, serta hubungan kekerabatan yang dikaji secara bertahap, ditemukan adanya keterkaitan garis keturunan keluarga Tondrang dengan keluarga kerajaan Sausu.

Perjalanan itu kemudian dituangkan dalam Silsilah Keluarga Fatimah Syah dan Tondrang, yang disusun oleh Drs. H. Abdul Azis Tondrang di Kendari pada 1 Juli 2026. Silsilah tersebut menjadi salah satu dokumen yang diperhatikan dalam proses pemberian gelar adat dan kerajaan.

Dari Kendari Menelusuri Jejak Kerajaan Sausu

Bagi Abdul Azis Tondrang, pencarian tersebut bukan sekadar upaya menemukan nama dalam sebuah silsilah. Lebih dari itu, perjalanan panjang tersebut merupakan usaha untuk menemukan kembali sejarah keluarga dan memastikan hubungan genealogis dengan leluhur yang pernah memiliki kedudukan dalam struktur Kerajaan Sausu.

Selama kurang lebih 31 tahun, sejak 1995 hingga 2026, penelusuran dilakukan untuk menghubungkan berbagai informasi mengenai garis keturunan ayahnya, H. Abdul Rifai Tondrang.

Proses panjang tersebut akhirnya menemukan titik penting setelah adanya dokumen sejarah Kerajaan Sausu dan silsilah keluarga yang menjadi dasar pertimbangan dalam proses pemberian gelar adat.

Badan Musyawarah Adat Provinsi Sulawesi Tengah dalam surat Nomor 092/BMA-SULTENG/VII/2026 tanggal 29 Juli 2026 menyatakan pada prinsipnya menyetujui pemberian Gelar Adat dan Kerajaan kepada keturunan Kerajaan Sausu sebagai Madika Sausu atau Datu Wuno Sausu.

Gelar Adat Madika Sausu atau Datu Wuno Sausu XIII

Puncak dari perjalanan tersebut terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Azis Tondrang mendapatkan pemberian gelar adat dan kerajaan sebagai Madika Sausu atau Datu Wuno Sausu XIII.

Pemberian gelar ini bukan hanya sebuah kehormatan personal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali mata rantai sejarah dan kebudayaan Kerajaan Sausu.

Secara kelembagaan, proses tersebut melibatkan Badan Musyawarah Adat Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah. Surat Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 400.6.5.2/5000/PTLK/Disbud tanggal 14 Juli 2026 juga menjadi bagian dari proses permohonan pemberian gelar kepada keturunan Kerajaan Sausu.

Berpijak pada Sejarah Kerajaan Sausu

Pemberian gelar tersebut tidak berdiri sendiri. Dokumen Badan Musyawarah Adat Provinsi Sulawesi Tengah mencatat bahwa sejarah singkat Kerajaan Sausu berpangkal pada Kontrak Politik (Politiek Contract) Saoesoe tanggal 17 Agustus 1883 antara Pemerintah Hindia Belanda dengan Tasainta (Vorstin van Saoesoe).

Karena itu, penelusuran silsilah keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan sejarah kerajaan dan hubungan genealogis keturunannya.

Bagi keluarga Tondrang, pengakuan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas pencarian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pengukuhan Akan Dilaksanakan di Tanah Kerajaan Sausu

Setelah pemberian gelar di Kota Palu, tahapan berikutnya adalah pengukuhan Madika Sausu atau Datu Wuno Sausu XIII di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya di wilayah Sausu yang menjadi tempat berdirinya Kerajaan Sausu.

Pengukuhan di tanah leluhur tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi keluarga keturunan kerajaan, masyarakat adat, pemerintah daerah, serta pemerhati sejarah dan kebudayaan Sulawesi Tengah.

Bagi H. Abdul Azis Tondrang, perjalanan ini bukanlah semata-mata tentang memperoleh sebuah gelar. Ia merupakan perjalanan untuk mengembalikan ingatan sejarah, menemukan kembali jejak leluhur, dan menjaga warisan budaya agar tidak terputus oleh zaman.

Dari Kendari, perjalanan itu dimulai.

Dari sebuah pertanyaan tentang siapa leluhurnya, pencarian berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Dan pada 2026, perjalanan panjang itu akhirnya menemukan sebuah jawaban: Madika Sausu atau Datu Wuno Sausu XIII.

Sebuah gelar yang bukan sekadar nama, tetapi menjadi simbol dari perjalanan panjang menemukan kembali akar sejarah dan leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *