KENDARI, LINKSULTRA.COM – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Tingkat Nasional tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Sultra, Dr. Asrun Lio, usai mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Jakarta.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kementerian Agama bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta lembaga penyiaran seperti RRI dan berbagai media nasional. Kehadiran Tim Penilai Internal (TPI) baik pusat maupun daerah juga menandakan keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung persiapan event nasional ini.
“Atas arahan dan persetujuan Bapak Gubernur, STQH Nasional di Sulawesi Tenggara akan digelar pada bulan Oktober 2025. Rapat koordinasi lintas kementerian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan STQH bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga harus membawa dampak luas bagi daerah,” ujar Asrun Lio.
Asrun menyampaikan, pelaksanaan STQH ini menjadi momentum besar karena terakhir kali Sultra menjadi tuan rumah kegiatan serupa adalah 30 tahun lalu. Oleh karena itu, kepercayaan pemerintah pusat harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Bapak Gubernur berharap, kita bisa mencapai tiga sukses sekaligus: sukses pelaksanaan, sukses prestasi, dan sukses administrasi. Tapi yang terpenting, STQH ini juga harus memberikan dampak ekonomi, terutama bagi UMKM dan pelaku ekonomi lokal. Karena kita akan kedatangan ribuan tamu dari seluruh Indonesia,” katanya.
Diperkirakan sekitar 4.000 orang akan hadir di Sulawesi Tenggara, termasuk para kafilah, peserta, pendamping, dan tamu undangan dari berbagai provinsi. Kehadiran mereka diharapkan akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di sektor pariwisata, kuliner, dan perhotelan.
Dari sisi teknis, Sultra telah menyiapkan tujuh venue utama untuk pelaksanaan berbagai cabang lomba STQH. Lokasi-lokasi tersebut telah diverifikasi dan dinyatakan layak oleh panitia pusat.
“Venue sudah dibahas dan ditinjau langsung oleh panitia pusat. Ada tujuh lokasi lomba yang tersebar sesuai jenis cabang perlombaan. Sementara untuk pembukaan dan penutupan akan dipusatkan di Masjid Terapung Kendari (MTK),” jelasnya.
Dalam menghadapi lonjakan kunjungan ke Sultra saat pelaksanaan STQH, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kesiapan transportasi, termasuk kemungkinan penambahan penerbangan (extra flight).
“Kami ingin memastikan semua tamu dan peserta bisa tiba dan pulang dengan aman dan nyaman. Maka koordinasi dengan pihak penerbangan menjadi penting,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sultra pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan STQH Nasional 2025, tidak hanya sebagai ajang keagamaan tetapi juga sebagai peluang besar untuk membangkitkan potensi daerah di mata nasional.
Laporan : Rul R.









































