KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat kemitraan dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin).
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, LM Rusdin Jaya, menyampaikan bahwa pada hari ini pihaknya mengundang 13 kepala SMK dari berbagai kabupaten/kota di Sultra untuk membahas evaluasi dan peningkatan kualitas pelaksanaan program Prakerin yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Ya, hari ini kami berkumpul di Dinas Perkebunan dan Hortikultura. Ada 13 kepala SMK yang kami undang, yang selama ini telah bermitra dan berkolaborasi dengan kami dalam program Prakerin,” ujar Rusdin Jaya di Kendari, Selasa (23/7/2025).
Program Prakerin dilaksanakan di Balai Benih Induk Hortikultura (BBH) yang berlokasi di Amuito, Kabupaten Konawe Selatan. Para siswa mengikuti program ini selama tiga bulan, dengan metode pembelajaran yang mencakup teori dan praktik lapangan, disesuaikan dengan tugas dan fungsi (tusi) dinas di bidang perbenihan hortikultura.
“Modul-modul pembelajaran yang diberikan oleh sekolah sudah kami terima dan kami sesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Di BBH Amuito, siswa-siswa dibina langsung oleh pegawai kami, baik dalam teori maupun praktik. Harapan kami, setelah selesai mengikuti prakerin ini, mereka memiliki pengetahuan dan keahlian khusus yang siap diterapkan di dunia kerja,” jelasnya.
Rusdin juga menegaskan bahwa program ini murni ditujukan untuk pembelajaran dan peningkatan kapasitas siswa, tanpa ada unsur pembiayaan dari pihak dinas.
Adapun 13 kepala SMK yang hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari:
1. SMKN 1 Bombana
2. SMKN 7 Konawe Selatan
3. SMKN 4 Kolaka
4. SMKN 5 Kolaka Timur
5. SMKN 1 Muna Barat
6. SMKN 2 Buton Utara
7. SMKN 7 Bombana
8. SMKN 9 Konawe Selatan
9. SMKN 11 Kolaka
10. SMKN 8 Kolaka
11. SMKN 12 Kolaka
12. SMKN 7 Kontunaga
13. SMKN 4 Muna Barat
Dengan sinergi antara dunia pendidikan dan instansi teknis seperti Dinas Perkebunan dan Hortikultura, diharapkan dapat tercipta tenaga kerja muda yang siap pakai dan berdaya saing, terutama di bidang pertanian dan hortikultura.
Laporan : Rul R.
















































