KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong transformasi pelayanan transportasi melalui digitalisasi sistem serta pembenahan infrastruktur pelabuhan.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor transportasi laut.
Kepala Dishub Sultra, Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan proses pelayanan dan transaksi di sektor perhubungan berjalan lebih tertib dan transparan.
Menurutnya, penerapan sistem elektronik juga diharapkan dapat mengurangi potensi kebocoran retribusi akibat transaksi manual di lapangan.
Untuk mendukung langkah tersebut, Dishub Sultra telah meluncurkan lima inovasi berbasis digital dalam pelayanan perhubungan. Di antaranya SIM OK, Si Bolang, dan Silandak yang menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan dan pengelolaan transaksi.
“Aplikasi tersebut kita implementasikan untuk memudahkan akses pelayanan publik di bidang perhubungan serta memastikan pengelolaan PAD di pelabuhan berjalan lebih transparan melalui sistem elektronik nontunai,” jelas Fadlansyah.
Sistem digital tersebut tidak hanya diarahkan pada transaksi nontunai. Sejumlah platform juga dilengkapi fitur pengaduan masyarakat sehingga pengguna jasa dapat menyampaikan laporan terkait pelayanan maupun kondisi fasilitas penyeberangan.
Selain itu, sistem tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jasa memperoleh informasi mengenai kondisi dan dinamika antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.
Fadlansyah menegaskan, transformasi pelayanan tidak hanya dilakukan melalui digitalisasi. Pembenahan sarana dan prasarana transportasi laut juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas konektivitas antardaerah.
Saat ini, Dishub Sultra tengah melakukan rehabilitasi secara menyeluruh terhadap tiga pelabuhan penyeberangan utama, yakni Pelabuhan Baubau, Pelabuhan Torobulu, dan Pelabuhan Amolengo.
Ketiga pelabuhan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarpulau di wilayah Sultra.
Pembenahan infrastruktur dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional transportasi laut sekaligus meningkatkan aspek kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi di tiga pelabuhan tersebut terus dikawal agar berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Dishub Sultra menargetkan seluruh pekerjaan rehabilitasi dapat rampung pada Desember 2026 sehingga fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Perpaduan antara digitalisasi pelayanan dan pembenahan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem transportasi Sultra, baik dari sisi pelayanan masyarakat maupun pengelolaan pendapatan daerah.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan fasilitas pelabuhan yang dibenahi, Dishub Sultra menargetkan pelayanan transportasi yang lebih efektif, transparan, aman, serta mendukung kelancaran arus orang dan barang di wilayah Sulawesi Tenggara.
Laporan : Rul R.
















































