Dukungan Projo Sultra Dijatuhkan Kepada Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Relawan Pro Jokowi (Projo) Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan dukungan kepada duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pencalon Presiden di Pilpres 2024. Deklarasi dukungan itu datang dari 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo di Sultra.

“Hasil Konferda (Konferensi Daerah) Projo sudah jelas saya sampaikan bahwa Prabowo-Gibran menjadi yang dipilih lebih banyak oleh DPC di 14 kabupaten kota,” kata Ketua Projo Sultra Irvan Umar usai deklarasi dukungan di Kendari.

Irvan mengatakan, dari 14 DPC kabupaten kota, sebanyak 10 wilayah memilih Prabowo-Gibran, Prabowo-Cak Imin 2 wilayah, Ganjar-Mahfud MD 1 wilyah dan Anies-Gatot 1 wilayah.

“Prabowo-Gibran 10 suara, Prabowo-Cak Imin 2 kabupaten, Anies-Gatot 1 kabupaten dan Ganjar-Mahfud MD 1 kabupaten,” bebernya.

Kemudian alasan memilih Gibran, lanjut Irvan, karena anak pertama Presiden Joko Widodo itu sebagai perwakilan pemilih milenial di Sultra. Mengingat melihat potensi bonus demografi bahwa ada 52 persen pemilih pemula di Sultra.

“Mungkin bisa saja pertimbangan dari kami bahwa waktunya menampilkan kaum muda dan yang memiliki potensi itu adalah Gibran itu sebagai perwakilan untuk kaum muda milenial,” ujarnya.

Dalam Konferda yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kendari pada Minggu (20/8), DPC 14 kabupaten kota menentukan secara aklamasi Irvan keluar sebagai ketua DPD Projo Sultra.

“Konferda yang dilaksanakan 14 kabupaten kota di Sultra dengan hasil menetapkan ketua DPD Projo Sultra yang dipilih secara aklamasi yakni Irvan Umar,” ungkap dia.

Irvan menuturkan ada berbagai pertimbangan dukungan dijatuhkan ke Prabowo dan Gibran diantaranya atas aspirasi masyarakat. Pertama dukungan ke Prabowo dengan alasan masyarakat menginginkan seorang pemimpin yang tegas dan berani.

“Aspirasi yang mereka tangkap bahwa masyarakat di kabupaten mereka masih menginginkan ada pemimpin yang tegas dan berani karena Prabowo bagian dari militer dan mereka merasa Indonesia harus aman. Jadi capres ini harus dari mantan militer,” ujarnya.

(Rahmat R.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *