Fokus Sultra 2025: Kendalikan Penyakit Jembrana dengan Vaksinasi Massal

KENDARI, LINKSULTRA.COM– Penyakit Jembrana pada ternak sapi menjadi salah satu ancaman serius bagi peternakan di Sulawesi Tenggara. Hingga Desember 2024, sebanyak 631 laporan kasus telah masuk melalui aplikasi Ipikna. Namun, angka tersebut masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut melalui uji laboratorium untuk memastikan kebenarannya.

Menurut laporan terakhir Kementerian Pertanian, lebih dari 400 ekor sapi di Sulawesi Tenggara telah dinyatakan positif terinfeksi virus Jembrana. Kabupaten Konawe Selatan tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 334 kasus, diikuti oleh Konawe Utara (149 kasus), Bombana (35 kasus), dan Kolaka (55 kasus).

Prioritas Penanganan: Vaksinasi dan Edukasi

Untuk menghadapi situasi ini, pemerintah provinsi melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sultra mengalokasikan 15.000 dosis vaksin pada tahun 2025, setelah mendistribusikan jumlah yang sama pada tahun sebelumnya. Fokus distribusi vaksin diarahkan pada daerah-daerah dengan kasus tinggi.

“Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan perlindungan terhadap ternak masyarakat, sesuai arahan Bapak PJ Gubernur dan Bapak Sekda. Kami ingin memastikan wilayah-wilayah yang terdampak, seperti Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Bombana, mendapat perhatian khusus,” ujar Kadistanak Sultra, LM Rusdin Jaya.

Selain vaksinasi, Distanak juga menggalakkan edukasi kepada para peternak terkait pentingnya kebersihan kandang dan langkah pencegahan untuk meminimalisir penyebaran virus.

Langkah Strategis Tahun 2025

Penanganan di tahun ini akan mengutamakan:

1. Vaksinasi Massal: Target 15.000 dosis vaksin akan diberikan di daerah terdampak.

2. Pemantauan Intensif: Pengawasan akan diperketat di titik-titik rawan penyebaran, terutama di kabupaten dengan kasus tinggi.

3. Pelaporan Cepat: Mendorong peternak untuk melaporkan kasus yang mencurigakan melalui aplikasi Ipikna.

 

“Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga mencegah penyebaran lebih lanjut. Jika langkah ini berhasil, kami optimis jumlah kasus akan menurun drastis,” tegas LM Rusdin Jaya.

Imbauan untuk Peternak

Distanak Sultra mengimbau para peternak untuk lebih waspada dan proaktif dalam melaporkan gejala pada ternak. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas penyakit Jembrana di Sulawesi Tenggara.

Dengan strategi yang telah dirancang, pemerintah berharap tahun 2025 dapat menjadi momentum pengendalian virus Jembrana, sekaligus menjaga produktivitas sektor peternakan di daerah tersebut.

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *