LINKSULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan komitmennya mencegah aksi tawuran antarpelajar yang belakangan marak terjadi di Kota Kendari.
Langkah ini diambil setelah kasus pengeroyokan yang menimpa ANR, siswa SMAN 12 Kendari, hingga kritis pada Minggu (17/8/2025).
Menurut ASR, tawuran kerap dipicu permusuhan permanen antar sekolah. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kegiatan berbasis kebersamaan, bukan persaingan.

“Kita harus cari solusi, sudah tidak boleh lagi ada tawuran. Permusuhan permanen ini harus kita hilangkan dengan kegiatan yang menyatukan,” tegas Andi Sumangerukka usai memimpin apel siswa SMAN 12 Kendari di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (20/8/2025).
Sebagai langkah awal, Pemprov Sultra menyiapkan marching band gabungan yang melibatkan siswa SMA dan SMK di Kendari, serta membentuk band lintas sekolah untuk menyalurkan kreativitas musik para pelajar.
Selain itu, kegiatan Jumat Berkah yang rutin digelar pemprov akan dilaksanakan bersama dengan menghadirkan perwakilan dari tiap sekolah.

Mantan Danrem 143/Halu Oleo itu menilai, kegiatan tersebut bisa menjadi solusi jangka pendek untuk membangun kebersamaan sekaligus mengikis persaingan antarpelajar.
Di sisi lain, Pemprov Sultra memperkuat pengawasan melalui patroli gabungan guru, Satpol PP, TNI, dan Polri setiap hari. Siswa yang kedapatan membolos akan diamankan dan dikembalikan ke pihak sekolah.
“Kalau ada yang membolos, saya akan panggil gurunya dan tanyakan apa masalahnya,” ujar Andi yang juga politisi Partai Gerindra.
Selain itu, pemprov akan mendata siswa bermasalah serta menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan razia di sekolah. Langkah ini guna memastikan ada atau tidaknya pengaruh narkoba terhadap perilaku pelajar.
“Kalau ditemukan, siswa yang nakal akan dibina. Bahkan ada usulan agar mereka dimasukkan ke barak TNI. Nanti kita lihat apakah cara itu efektif atau tidak,” pungkasnya.
Laporan: Rul R.
















































