KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka terus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu pilar utama ekonomi daerah.
Melalui program penguatan sektor hulu perkebunan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi dan produktivitas tanaman unggulan seperti kakao dan pala di berbagai kabupaten.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi visi-misi Gubernur yang menempatkan perkebunan sebagai sektor prioritas pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, berdasarkan data kami sesuai dengan target pencapaian visi-misi Bapak Gubernur. Tahun 2025, 2026, dan 2027 menjadi masa penguatan sektor hulu untuk tanaman-tanaman yang akan kita dorong hilirisasinya,” ujarnya. 
Untuk tahun 2025, Pemprov Sultra mendapatkan alokasi pengembangan kakao dan pala seluas total 1.800 hektare.
Program pengembangan kakao dilaksanakan di lima kabupaten: Kolaka Utara (300 ha), Kolaka Timur (300 ha), Konawe Selatan (200 ha), Bombana (200 ha), dan Konawe Utara (1.300 ha). Sementara komoditas pala dikembangkan di Kolaka Utara (300 ha) dan Buton (200 ha).
Rusdin menjelaskan, seluruh kegiatan sedang berjalan dengan fokus pada distribusi benih, pupuk, serta sarana produksi kepada kelompok tani.
“Insya Allah sampai akhir tahun ini semua pendistribusian sudah tiba di kelompok tani,” katanya.
Ia menegaskan, program Gubernur Andi Sumangerukka ini menitikberatkan pada penguatan dari hulu, agar petani memiliki kapasitas produksi yang optimal sebelum masuk ke tahap hilirisasi.

“Langkah-langkah ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan kebangkitan sektor perkebunan di Sultra,” jelasnya.
Selain kakao dan pala, Pemprov Sultra juga menyiapkan penguatan pada komoditas unggulan lain seperti kelapa, mete, dan tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Semua diarahkan untuk memperkuat daya saing petani dan mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di daerah.
Rusdin menambahkan, data resmi capaian produksi perkebunan tahun 2025 akan dirilis pada Desember mendatang.
“Kita masih memakai data sementara. Insya Allah angka tetapnya akan kami rilis akhir tahun ini,” ujarnya.
Melalui program penguatan hulu ini, Gubernur Andi Sumangerukka ingin memastikan pembangunan sektor perkebunan berjalan dari akar memberi manfaat langsung kepada petani, memperkuat ketahanan ekonomi desa, sekaligus mempersiapkan landasan menuju hilirisasi yang bernilai tambah tinggi bagi daerah.
Laporan: Rul R.









































