Pemprov Target Perbaikan Jalan Sultra Capai 95 Persen pada 2029

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sumber Daya Alam (SDA) dan Bina Marga terus menggenjot percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses kelanjutan pengerjaan jalan rusak yang masih belum tertangani secara keseluruhan.

Menurutnya, total panjang jalan yang rusak di Sultra mencapai sekitar 363 kilometer, dengan estimasi kebutuhan anggaran berkisar antara Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun.

“Sampai saat ini, dari total panjang jalan rusak tersebut, baru sekitar 34 kilometer yang telah terkontrak dan sedang dikerjakan tahun ini,” ungkap Pahri di Kendari, Selasa (23/7/2025).

Dinas SDA dan Bina Marga menargetkan pembangunan dan perbaikan jalan sekitar 61 kilometer per tahun. Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis mampu menurunkan persentase kerusakan jalan menjadi hanya 5 persen pada tahun 2029 — atau sekitar 50 kilometer saja yang tersisa dalam kondisi rusak.

“Kalau kita kerja sesuai target, kita bisa mencapai visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra. Insya Allah, dengan genjotan per tahun mencapai 60 kilometer, target itu sangat realistis,” ujarnya.

Pahri juga menjelaskan bahwa pengerjaan jalan yang berlangsung saat ini melibatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah mitra swasta sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

Terkait kualitas pengerjaan jalan, ia memastikan bahwa hingga saat ini seluruh pekerjaan masih berada dalam koridor standar teknis yang telah ditetapkan.

“Kalau dilihat dari peninjauan di lapangan, seperti di jalan Marisamar atau jalan Katamu, hasilnya masih sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita tetapkan. Namun demikian, karena belum sampai pada tahap finishing, kami belum bisa memberikan analisis akhir terhadap kualitas keseluruhannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan mutu akan terus dilakukan secara ketat agar seluruh ruas jalan yang dibangun tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkualitas dan tahan lama.

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *