Pendistribusian Minyak Tanah di Pangkalan Leo Waldin Sesuai SOP

BUTUR, LINKSULTRA.COM – Di tengah maraknya isu penyimpangan distribusi bahan bakar bersubsidi, sebuah pangkalan minyak tanah di Kelurahan Labuan, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, justru menjadi contoh baik. Dikelola oleh Leo Waldin, pangkalan ini menepis tudingan miring dan menunjukkan praktik distribusi BBM bersubsidi yang sesuai aturan.

“Isu di media sosial itu fitnah. Kami bekerja sesuai petunjuk teknis dan SOP,” tegas pengelola pangkalan, Wa Ida, Senin (11/8/2025).

Harga jual minyak tanah di pangkalan ini mengacu pada SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/485 Tahun 2024, yakni Rp6.500 per liter. Semua proses dilakukan secara terbuka, terjadwal, dan tanpa permainan harga. Warga kurang mampu pun tetap bisa membeli dengan harga resmi. “Tidak ada yang kami tutup-tutupi, semua transparan,” tambahnya.

Setiap kali pasokan dari agen resmi CV Nuraini Jaya akan tiba, warga mendapat informasi minimal dua hari sebelumnya, baik melalui grup WhatsApp maupun pemberitahuan langsung ke masyarakat. “Dengan begitu, semua bisa bersiap dan tidak ada yang tertinggal,” jelas Wa Ida.

Minyak tanah hanya disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tidak ada praktik penimbunan atau pengiriman ke luar daerah. Setiap bulan, warga Labuan menerima jatah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Karakteristik konsumsi energi di Labuan, yang sebagian besar masih mengandalkan kayu bakar, membuat permintaan minyak tanah bersubsidi tetap stabil dan terkontrol.

“Kami pangkalan terbuka. Selama pembelian sesuai prosedur, siapa pun akan kami layani, termasuk warga dari luar,” ujarnya.

Pasokan minyak tanah di pangkalan ini berasal langsung dari Pertamina Baubau melalui jalur resmi dan diawasi ketat, mulai dari jumlah pasokan hingga waktu distribusi.

Dengan pelayanan yang terbuka, harga tepat, dan sesuai prosedur, pangkalan Leo Waldin layak menjadi teladan bagi pangkalan BBM bersubsidi di daerah lain. “Integritas itu penting, apalagi menyangkut kebutuhan pokok masyarakat,” tutup Wa Ida.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *