KENDARI, LINKSULTRA.COM – Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., mengusung visi besar mentransformasikan UHO menjadi Socio-Techno University yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global sebagai penggerak pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.
Gagasan tersebut dituangkan dalam dokumen visi, misi, dan program kerja yang menjadi arah kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin UHO lima tahun ke depan. Visi tersebut juga diselaraskan dengan Statuta UHO Tahun 2025, visi Indonesia Emas 2045, Asta Cita Pemerintah, serta kebijakan Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ida Usman mengatakan, UHO memiliki posisi strategis sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara sehingga harus terus bertransformasi menjadi institusi yang mampu menghasilkan lulusan unggul, inovasi yang berdampak, serta solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Visi yang saya usung adalah mewujudkan Universitas Halu Oleo sebagai Socio-Techno University unggul, inovatif, dan berdaya saing global yang menjadi penggerak pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan. Visi ini mencerminkan tekad besar membawa UHO ke tingkat kemajuan yang unggul, inovatif, dan kompetitif secara global,” ujar Ida Usman dalam dokumen visi dan misinya.
Menurut Ida Usman, konsep Socio-Techno University merupakan transformasi UHO sebagai pusat unggulan yang mengintegrasikan kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ilmu sosial dalam menciptakan sumber daya manusia berdaya saing global, inovasi berkelanjutan, serta solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan.
Ia menjelaskan, transformasi tersebut juga menjadi langkah UHO beralih dari paradigma teaching university menuju impact university, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ida Usman menetapkan tujuh misi utama, yaitu pendidikan unggul berbasis socio-techno, riset inovatif dan berdampak, pengabdian kepada masyarakat berbasis solusi, kemitraan strategis multi-level, pelestarian dan integrasi kearifan lokal, tata kelola profesional dan inovatif, serta lingkungan akademik yang berintegritas dan inklusif.
Sebagai penjabaran dari misi tersebut, ia merumuskan 17 tujuan strategis dan 20 sasaran strategis yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan publikasi internasional, hilirisasi hasil penelitian, digitalisasi tata kelola, peningkatan kemitraan global, pelestarian kearifan lokal, hingga pembangunan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berintegritas.
Dalam bidang pendidikan, Ida Usman menyiapkan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang adaptif terhadap kebutuhan industri, integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam proses pembelajaran, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa asing mahasiswa.
Pada sektor penelitian, fokus utama diarahkan pada pengembangan roadmap riset unggulan berbasis potensi wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, pembentukan pusat riset unggulan, serta hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Ida Usman menargetkan penguatan program berbasis riset dan inovasi melalui pengembangan desa binaan, kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, serta peningkatan dampak sosial dan ekonomi dari setiap kegiatan pengabdian.
Ia juga menempatkan digitalisasi tata kelola sebagai salah satu prioritas utama melalui penerapan Good University Governance, integrasi sistem informasi akademik, keuangan, dan kepegawaian berbasis teknologi digital, penguatan budaya kerja berbasis kinerja, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan universitas.
Di bidang kemahasiswaan dan lingkungan akademik, Ida Usman berkomitmen menciptakan kampus yang inklusif, aman, bebas diskriminasi, menjunjung tinggi etika akademik, menyediakan layanan konseling, memperkuat sistem pencegahan kekerasan di lingkungan kampus, serta mengembangkan konsep green campus yang berkelanjutan.
Sebagai identitas gerakan perubahan, Ida Usman mengusung tagline “UHO IMPACT”, yang merupakan akronim dari Inclusive, Modern, Pioneering, Agile, Catalyst, dan Transformative.
“Bagi saya, UHO IMPACT bukan sekadar slogan, tetapi semangat bersama untuk menjadikan UHO sebagai kampus yang inklusif, modern, tangkas, pelopor perubahan, serta mampu menghadirkan transformasi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Ida Usman.
Laporan : Rul R.













































