KENDARI, LINKSULTRA.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Fadlansyah, memberikan penjelasan terkait pembagian tugasnya setelah dipercaya menjalankan dua amanah sekaligus sebagai Pj Sekda Sultra dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra.
Fadlansyah mengatakan, rangkap tugas tersebut membuat dirinya harus membagi waktu secara proporsional antara tugas-tugas kesekretariatan daerah dan tanggung jawabnya memimpin Dinas Perhubungan.
“Saya bagi dua. Saya setengah hari biasanya di Sekda, sore-nya setengah hari di Perhubungan,” ujar Fadlansyah.
Menurutnya, meski harus membagi waktu, pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan Dishub Sultra tetap berjalan normal. Ia memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tidak terganggu dengan tugasnya sebagai Pj Sekda.
“Semua pelayanan berjalan normal, tidak ada yang masalah,” tegasnya.
Fadlansyah menjelaskan, tugas sebagai Pj Sekda juga memiliki tanggung jawab yang besar sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk terus-menerus berada di kantor Dishub.
“Kalau saya mau hadir terus di Perhubungan kan tidak mungkin. Tugas-tugas saya sebagai Pj Sekda juga besar,” katanya.
Di sisi lain, Fadlansyah menegaskan bahwa dirinya tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah program strategis di bidang perhubungan, termasuk pembenahan pelabuhan penyeberangan di Sultra.
Ia mengatakan, Pemprov Sultra saat ini tengah melakukan pembenahan terhadap seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan, termasuk aspek kebersihan dan standar pelayanan, meskipun menjabat Kepala Dinas Perhubungan Sultra baru 5 bulan.
“Kalau ada kekurangan-kekurangan di sana-sini kita akui. Tapi kita sekarang proses membenahi semua standar-standar pelayanan di pelabuhan,” jelasnya.
Fadlansyah menyebut, tahun ini Pemprov Sultra mulai membangun tiga pelabuhan modern, yakni di Torobulu, Amolengo, dan Baubau. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan.
“Tahun ini kita bangun tiga pelabuhan modern di Torobulu, Amolengo, dan Baubau. Tahun depan kita bangun sisi lautnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, target pemerintah adalah melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pelabuhan penyeberangan di Sultra. Secara bertahap, sebanyak 13 pelabuhan penyeberangan ditargetkan memiliki terminal modern.
“Target kami itu tuntas semua pelabuhan penyeberangan. Kita rehab total. Tahun ini kita mulai tiga,” pungkas Fadlansyah.















































