KENDARI, LINKSULTRA.COM – Kota Kendari resmi ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Tahun 2026. Keputusan strategis ini diambil oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026, di Hotel Azizah, Kendari.
Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar, yang disahkan melalui ketukan palu sidang dan disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta Rakerprov.
“KONI Sulawesi Tenggara memutuskan penyelenggaraan Porprov XV Tahun 2026 dilaksanakan di Kota Kendari,” ujar Andi Ady Aksar dengan tegas.
Meski Kendari ditetapkan sebagai tuan rumah utama, Andi Ady Aksar juga menegaskan bahwa usulan dari Kabupaten Bombana tetap menjadi perhatian. Sejumlah cabang olahraga (cabor) direncanakan akan dipertandingkan di Bombana sebagai bagian dari pemerataan pelaksanaan Porprov.
Rakerprov KONI Sultra diikuti oleh seluruh Pengurus Provinsi cabang olahraga (Pengprov Cabor) serta perwakilan KONI kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Prestasi Olahraga Menuju Sultra Maju” dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan, bukan sekadar mengejar prestasi sesaat.
“Atlet ini adalah masa depan kita. Kita ingin KONI memikirkan bukan hanya jangka pendek, tetapi berkelanjutan. Kita harus menciptakan orang-orang yang tangguh,” tegas Gubernur.
Ia juga mencontohkan atlet berprestasi asal Sultra, Hasriati Lawole, yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi tersebut harus diikuti dengan perhatian serius terhadap masa depan atlet.
“Bagaimana kita menciptakan kebanggaan dan kehormatan daerah kalau tidak memperhatikan masa depan atlet? Jangan hanya bangga sesaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan agar perhatian terhadap atlet tidak berhenti pada pemberian bonus semata, melainkan mencakup pembinaan berkelanjutan, pendidikan, dan kesejahteraan atlet.
“Kita harus memperhatikan para atlet ini. Saya berharap KONI segera menata mana pembinaan dan mana prestasi. Atlet yang berprestasi harus dipikirkan masa depannya, bukan hanya bonus dan selesai di situ,” pungkasnya. (Hms)
Laporan : Rul R.










































