KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu kebijakan utama yang kembali dilaksanakan adalah program tiket gratis angkutan laut bagi masyarakat wilayah kepulauan, disertai penguatan pengawasan keselamatan transportasi darat dan laut.
Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Fitri yang ditandai dengan meningkatnya mobilitas antarwilayah.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, menjelaskan bahwa program mudik gratis tersebut telah diusulkan kepada Kementerian Perhubungan RI dan mendapatkan persetujuan. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang telah dilaksanakan pada Lebaran tahun sebelumnya.
“Kebijakan ini adalah bentuk nyata perhatian Bapak Gubernur terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut,” ujar Rajulan, Rabu (25/2/2026).
Ia menyampaikan, selain meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, program ini juga bertujuan memastikan layanan transportasi laut yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Pada mudik Lebaran 2026, Pemprov Sultra menyiapkan kuota sebanyak 7.800 tiket gratis untuk rute Kendari–Raha (PP) dan Kendari–Baubau (PP), yang dilayani oleh sejumlah armada kapal cepat.
Tak hanya fokus pada penyediaan tiket gratis, Pemprov Sultra juga menggencarkan pengawasan keselamatan transportasi melalui pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check). Kegiatan ramp check telah dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) di Terminal Tipe A Puuwatu, Kota Kendari.
Terminal Puuwatu dipilih karena merupakan salah satu simpul transportasi utama yang melayani pergerakan penumpang antarprovinsi. Meski secara kewenangan operasional berada di bawah pemerintah pusat, Pemprov Sultra berperan sebagai leading sector dalam koordinasi dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ramp check meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap aspek teknis kendaraan, seperti sistem pengereman, kemudi, kondisi ban, lampu penerangan, kelistrikan, serta perlengkapan keselamatan. Selain itu, pemeriksaan administratif juga dilakukan, mencakup kelengkapan dokumen kendaraan dan perizinan operasional.
“Kami ingin memastikan seluruh angkutan umum yang beroperasi selama masa mudik Lebaran berada dalam kondisi laik jalan dan didukung oleh pengemudi yang sehat, kompeten, serta siap memberikan pelayanan profesional,” kata Rajulan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk kepolisian dan PT Jasa Raharja, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung keselamatan transportasi. Dishub Sultra juga menjadwalkan ramp check lanjutan pada Kamis (26/2/2026) di Terminal Baruga, Kendari.
Rajulan mengimbau para operator angkutan umum untuk aktif mendukung pelaksanaan ramp check dengan menyiapkan kendaraan dan dokumen yang dipersyaratkan. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan dengan memilih angkutan resmi dan melaporkan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Laporan : Rul R.










































