Kapolda Sultra Himawan Bayu Aji Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Begal dan Tambang Ilegal

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Kapolda Sulawesi Tenggara yang baru, Himawan Bayu Aji, menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat, mulai dari peredaran narkoba, aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aktivitas penambangan ilegal di wilayah Sulawesi Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen Himawan Bayu Aji usai upacara penyambutan dirinya sebagai Kapolda Sultra yang baru. Dalam kesempatan itu, ia meminta dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Saya yang diberikan amanah oleh Bapak Kapolri untuk menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, mohon izin kami bergabung untuk melaksanakan tugas kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dan dapat menerima kami dalam menjalankan amanah ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan evaluasi dan analisa terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sultra. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan strategi penanganan tindak pidana di daerah.

Menurutnya, kondisi kondusivitas di Sulawesi Tenggara sejauh ini cukup baik. Soliditas masyarakat serta kerja sama antara kepolisian dan para stakeholder juga dinilai berjalan positif.

“Kami mendapat informasi bahwa kondusivitas di Sulawesi Tenggara cukup baik, soliditas masyarakatnya juga baik, kerja sama antara masyarakat, kepolisian dan stakeholder juga cukup baik,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan mengambil langkah tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Namun, ia menegaskan pendekatan kepolisian tidak semata-mata mengedepankan penegakan hukum.

“Penegakan hukum bukan satu-satunya langkah. Kami juga mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Penegakan hukum itu ultimum remedium atau langkah terakhir, tetapi tetap akan dilakukan sebagai efek deterrent bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Terkait maraknya aktivitas tambang ilegal di Sultra, Brigjen Himawan menilai perlunya penguatan kerja sama lintas sektor dan stakeholder untuk memetakan persoalan secara komprehensif.

“Kerja sama dengan beberapa stakeholder menjadi penting untuk menganalisa apa yang sebenarnya terjadi sehingga solusi yang tepat bisa diambil,” ujarnya.

Selain persoalan tambang ilegal, Kapolda baru Sultra itu juga menyoroti ancaman kejahatan siber yang kini semakin berkembang. Dengan latar belakang pengalaman di bidang siber, ia menyebut kejahatan digital memiliki karakter transnasional dan tanpa batas wilayah.

“Kejahatan siber itu sifatnya borderless dan transnasional. Pelaku bisa ada di mana saja dan korban juga bisa di mana saja,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban kejahatan digital.

“Yang paling penting adalah mitigasi, edukasi, dan langkah preventif agar masyarakat mampu menjaga diri untuk tidak menjadi korban kejahatan siber,” katanya.

Diketahui, penunjukan Brigjen Himawan Bayu Aji sebagai Kapolda Sultra tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 yang ditandatangani pada 7 Mei 2026. Ia menggantikan Didik Agung Widjanarko yang memasuki masa purna tugas.

 

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *