KENDARI, LINKSULTRA.COM – Tim Formatur Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, LM Rajab Jinik, menegaskan bahwa pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna yang akan digelar di Kota Kendari merupakan kegiatan yang bertujuan mempererat persaudaraan, bukan agenda politik seperti yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Rajab, kegiatan tersebut menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Muna dari berbagai generasi dan latar belakang yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
“Silaturahmi akbar ini mempertemukan para sesepuh, generasi muda, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Muna di Sultra. Tujuan utamanya adalah memperkuat kekeluargaan, kekerabatan, dan identitas masyarakat Muna,” ujar Rajab di Kendari, Kamis (2/7/2026) malam.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para tokoh Muna, termasuk para ketua kerukunan masyarakat Muna di berbagai daerah. Sementara Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, hanya menjadi salah satu inisiator bersama tokoh-tokoh lainnya.
Rajab menilai tema yang diusung, yakni “Kekeluargaan dan Kekerabatan”, telah menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak dirancang untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
“Tidak ada agenda politik di balik silaturahmi ini. Yang kami bangun adalah persaudaraan. Jika ada yang menggiring kegiatan ini ke arah politik, itu bukan sikap KKMM,” tegasnya.
Ia juga menyebut narasi yang mengaitkan Silaturahmi Akbar dengan kepentingan politik merupakan opini yang sengaja dibangun oleh pihak-pihak tertentu.
“Kalau ada yang menyebut kegiatan ini sebagai agenda politik, itu adalah persepsi pribadi, bahkan opini liar yang sengaja dibangun oleh orang-orang yang memiliki kepentingan lain,” katanya.
Menanggapi kritik dari sebagian generasi muda Muna terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut, Rajab menyatakan setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak diarahkan menjadi opini yang menyesatkan.
“Kami menghormati siapa pun yang tidak sepakat. Itu hak setiap orang. Tetapi jangan menggiring opini seolah-olah kegiatan ini untuk kepentingan partai politik atau kepentingan pribadi. Itu keliru,” ujarnya.
Rajab menambahkan, sejak didirikan, KKMM merupakan organisasi yang bertujuan menyatukan masyarakat Muna tanpa membedakan latar belakang politik, jabatan, organisasi, maupun profesi anggotanya. Organisasi tersebut dibentuk untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Muna sebagai salah satu suku besar di Sulawesi Tenggara.
Ia juga menepis anggapan yang mengaitkan jabatan La Ode Darwin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sultra dengan pelaksanaan Silaturahmi Akbar.
“La Ode Darwin terpilih sebagai Ketua Umum KKMM melalui musyawarah. Jabatan beliau di partai tidak ada kaitannya dengan kegiatan ini. Menganggap silaturahmi akbar ini sebagai agenda politik hanya karena beliau Ketua DPD Golkar Sultra adalah penilaian yang keliru,” ungkapnya.
Rajab kembali menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna diselenggarakan semata-mata untuk memperkuat persatuan, kekeluargaan, dan identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.
“Sekali lagi kami tegaskan, kegiatan ini murni silaturahmi. Tidak ada agenda politik. Yang ingin kami bangun adalah kekeluargaan, kekerabatan, dan persatuan masyarakat Muna di Sultra,” tutupnya.
Laporan : Rul R.
















































