KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Tim Penggerak PKK Provinsi terus memperkuat peran strategis keluarga dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK). Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Terapi Kelompok bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar oleh UPTD Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus di Kendari.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum., yang menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah saling berbagi, belajar, dan memperkuat jejaring dukungan di antara para orang tua ABK.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan platform fungsional untuk saling bertukar informasi, mendapatkan dukungan psikososial, serta memperluas akses terhadap pengetahuan dari para pakar,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa mendampingi anak dengan kebutuhan khusus adalah tanggung jawab mulia yang tidak ringan, namun penuh pembelajaran dan nilai kehidupan.
Forum ini menjadi bagian dari implementasi komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam menjamin hak setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa diskriminasi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap orang tua memiliki akses pada sistem pendukung yang relevan dan memadai,” tegas Prof. Aris.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka yang diwakili oleh Hj. Dety Erlinda Makawaru, SE, dari Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, menyampaikan pentingnya sinergi dalam mendampingi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
“Forum ini sangat sejalan dengan mandat dan program pokok PKK, khususnya dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui pendidikan dan pembinaan karakter,” ujar Hj. Dety. Ia menyampaikan bahwa PKK akan terus memperkuat peranannya hingga tingkat dasawisma untuk memastikan tidak ada keluarga yang terpinggirkan dalam pembangunan sosial.
Lebih lanjut, Hj. Dety menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang untuk akuisisi pengetahuan, pertukaran pengalaman, serta penguatan solidaritas sosial. “Keterlibatan aktif para orang tua mencerminkan ketabahan dan dedikasi yang menjadi fondasi utama ketahanan keluarga,” imbuhnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, PKK, tenaga ahli, serta orang tua, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan perspektif baru, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun sistem pendampingan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Sultra.
“Dengan tekad bulat disatukan, demi keluarga sejahtera, Sultra jaya,” tutup Hj. Dety dengan semangat pantun yang menggugah.
Laporan: Rul R.
















































