BAU-BAU, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Biro Administrasi Pembangunan Setda kembali memperkuat koordinasi dan monitoring pelaksanaan pembangunan APBD Tahun 2025 di Kota Bau-Bau.
Pada Oktober 2025 lalu pihak Biro Administrasi Pembangunan meninjau langsung sejumlah program yang menjadi bagian dari pengendalian administrasi pembangunan daerah.
Kepala Biro Pembangunan Setda Sultra, Martosiswoyo, menjelaskan bahwa pengendalian pembangunan merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh tahapan proyek pemerintah berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengawasan ini memastikan pelaksanaan pembangunan serasi dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku, sehingga manfaat anggaran bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Martosiswoyo.
Salah satu agenda utama monitoring adalah progres rehabilitasi SMAN 2 Bau-Bau di Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum. Proyek dengan nilai kontrak Rp 3,65 miliar ini ditargetkan selesai dalam 100 hari kalender, mulai 23 September hingga 31 Desember 2025.
Pemantauan di lokasi menunjukkan progres fisik telah mencapai 28 persen, meliputi penyelesaian pondasi dan pengecoran tiang bangunan. Pemerintah menargetkan peningkatan realisasi fisik menjadi 50 persen pada pertengahan November.
Selain meninjau proyek pendidikan, tim juga melakukan koordinasi lanjutan terkait penyelesaian patung Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo yang kini masuk tahap finishing. Monumen tersebut diproyeksikan menjadi ikon sejarah dan ruang edukasi generasi muda di Kota Bau-Bau.

Martosiswoyo menegaskan komitmen Pemprov Sultra untuk memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Bau-Bau guna menjamin seluruh program pembangunan sejalan dengan visi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya soal laporan administrasi, tetapi menjamin mutu pembangunan dan keberlanjutan manfaatnya bagi pendidikan maupun sektor lain,” ungkapnya.
Hasil evaluasi menyarankan percepatan pekerjaan melalui penambahan shift dan tenaga lapangan, serta percepatan penyusunan laporan guna mempercepat pencairan termin keuangan.
Pemerintah berharap rehabilitasi SMAN 2 Bau-Bau dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan menciptakan ruang belajar yang lebih layak bagi siswa.
Laporan: Rul R.










































