Gubernur Sultra Resmi Buka Gerakan Pangan Murah, Harga Pangan Strategis Turun

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Adi Sumangerukka, secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di delapan kabupaten/kota, Sabtu (6/9/2025).

Program ini digelar untuk menjamin akses pangan yang terjangkau, aman, dan bergizi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan berpenghasilan rendah.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa tantangan ketahanan pangan semakin kompleks, mulai dari distribusi yang terganggu, gejolak global, hingga daya beli masyarakat yang melemah. Ia menegaskan negara harus hadir memberikan solusi.

“Sulawesi Tenggara saat ini berada pada posisi lima besar penyumbang inflasi nasional. Karena itu, Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar pasar murah, tetapi strategi intervensi berbasis data dan analisa kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Adi Sumangerukka.

Fokus Menekan Inflasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sultra per Agustus 2025 mencapai 3,75% (yoy), dengan Kota Kendari mencatat inflasi 2,89% yoy, sedangkan daerah lain seperti Konawe, Kolaka, dan Baubau berada di atas 4%. Inflasi ini banyak dipicu kenaikan harga pangan, terutama beras, cabai, telur, dan ikan segar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Siswanto, menjelaskan bahwa GPM menjadi strategi pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan pasokan.

“Dengan GPM, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjaga daya beli, tetapi juga menekan potensi inflasi di Sultra,” jelas Ari.

Rincian Harga Komoditas di GPM

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih murah dibanding pasar, antara lain:
• Beras Rp11.500/kg (pasar Rp13.000–Rp13.500/kg)
• Minyak goreng Rp14.000/liter (pasar Rp16.000/liter)
• Gula pasir Rp15.000/kg (pasar Rp17.000/kg)
• Telur ayam Rp48.000/tray (pasar Rp53.000–Rp55.000/tray)
• Bawang merah Rp28.000/kg (pasar Rp32.000/kg)
• Tomat Rp9.000/kg (pasar Rp12.000/kg)
• Ikan layang Rp20.000/kg (pasar Rp25.000–Rp28.000/kg)
• Ikan bandeng Rp25.000/kg (pasar Rp30.000/kg)

Selain itu, sayuran segar lokal seperti cabai, terong, dan sawi juga tersedia dengan harga lebih terjangkau.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pelaksanaan GPM melibatkan Bulog, BUMN pangan, distributor besar, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha lokal, serta kelompok tani dan nelayan.

“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, kita bisa menghadirkan solusi nyata bagi persoalan pangan,” tegas Gubernur.

Harapan Jangka Panjang

Gubernur juga meminta agar GPM tidak hanya terfokus di ibu kota kabupaten, tetapi diperluas ke kecamatan dan desa, agar kelompok masyarakat yang paling rentan juga merasakan manfaatnya.

“Gerakan ini bagian dari komitmen kita menghadirkan pangan murah, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. Mari bersama wujudkan Sulawesi Tenggara yang tangguh dan mandiri dalam ketahanan pangan,” tutup Adi Sumangerukka.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *