KENDARI, LINKSULTRA.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan Program Sinergi Optimal Gerakan Pengendalian Inflasi 2026 melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan yang digelar di Kendari.
Kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, sebagai strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah tantangan yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakter komoditas pangan yang bersifat musiman.
Rakor dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, didampingi Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi dan Wakil Wali Kota Sudirman. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan OPD anggota TPID, perwakilan pemerintah daerah mitra, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk 161 pelaku kios pangan digital di Kota Kendari.
Dalam paparannya, perkembangan inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33 persen (month to month), 2,95 persen (year on year), dan 1,16 persen (year to date). Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas penyumbang utama antara lain bahan bakar rumah tangga, beras, bensin, cabai rawit, dan ikan kembung.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menekankan pentingnya sinergi dalam pengendalian inflasi. Menurutnya, Rakor Pangan 2026 mengusung tiga arah strategis utama, yakni optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, serta pengendalian sisi permintaan melalui edukasi perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Tanpa sinergi, program yang baik akan berjalan sendiri-sendiri. Namun dengan sinergi, dampaknya akan lebih luas, implementasinya lebih cepat, dan keberlanjutannya lebih kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa Rakor Pangan 2026 bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali melalui program inovatif dan inklusif sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Rakor tersebut menghasilkan sejumlah program strategis, di antaranya:
Pertama, akselerasi intervensi harga melalui penambahan 70 kios pangan digital baru dan lima kerja sama antardaerah berbasis business to business (B2B). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat distribusi, memperpendek rantai pasok, serta menjaga ketersediaan pangan strategis.
Kedua, peluncuran program sinergi PKK Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang melibatkan 11 kecamatan di Kota Kendari. Program ini menitikberatkan pengendalian inflasi dari tingkat keluarga melalui pola belanja bijak dan konsumsi yang lebih beragam.
Ketiga, peluncuran program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) di 24 SMP negeri di Kota Kendari. Program ini bertujuan memberikan edukasi pengendalian inflasi sejak dini melalui konsep sekolah sebagai laboratorium hijau produktif, sekaligus membentuk karakter siswa melalui pembelajaran berbasis proyek.
Melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program yang telah diluncurkan dapat berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Ke depan, TPID Kota Kendari bersama BI Sultra akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan pasokan, kelancaran distribusi, intervensi harga, hingga edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.
Laporan: Rul R.









































