KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dalam upaya memperluas jangkauan layanan perlindungan sosial ketenagakerjaan di wilayah Sulawesi Tenggara, BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kendari menggelar sosialisasi program joint marketing kepada para agen BRIlink, Senin (10/6/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Kendari ini dibuka oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kendari, Gatot Prabowo, dan dihadiri oleh 15 perwakilan agen BRIlink dari berbagai wilayah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam mendorong perluasan kepesertaan dan kemudahan akses layanan BPJS Ketenagakerjaan di lapisan masyarakat pekerja.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama pekerja informal yang selama ini belum banyak terlindungi. Jaringan BRIlink yang luas sangat strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah pelosok,” ujar Gatot Prabowo.
Dalam kegiatan tersebut, para agen BRIlink diberikan pelatihan komprehensif mengenai layanan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk tata cara pendaftaran peserta baru, pembayaran iuran, pengecekan saldo JHT, hingga pengajuan klaim. Pelatihan mencakup empat program unggulan: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).
Manager Bisnis Mikro BRI Kendari, Syamdan Arsyad, yang turut hadir bersama Andi Nasaruddin, menyatakan bahwa sinergi antara sektor perbankan dan lembaga jaminan sosial menjadi kunci untuk memperluas inklusi keuangan dan perlindungan sosial di daerah.
“BRI siap menjadi mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam menyediakan akses layanan yang mudah dan terjangkau. BRIlink, dengan jaringan hingga ke pelosok, akan menjadi jembatan penting untuk menjangkau masyarakat pekerja yang belum terlindungi,” kata Syamdan.
Melalui kerja sama ini, masyarakat kini dapat mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan secara lebih mudah melalui agen BRIlink, mulai dari pendaftaran, pembayaran iuran, pengecekan saldo JHT, hingga klaim manfaat, tanpa harus datang ke kantor cabang.
Dorongan marketing ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara, sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional.
Dengan adanya pelatihan kepada agen BRIlink, diharapkan para agen mampu menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat pekerja, khususnya sektor informal yang selama ini masih belum terjangkau program jaminan sosial secara optimal.
“Ini adalah langkah nyata menuju Kerja Keras Bebas Cemas. Semakin banyak pekerja yang terlindungi, maka semakin kuat pula ketahanan ekonomi kita,” tutup Gatot.
Laporan: Rul R.









































