Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Warga BTN Pesona Alam Tanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Warga Perumahan BTN Pesona Alam Tahap 1 di Andonuhu meluapkan kekecewaan mereka terhadap pihak pengembang akibat kondisi jalan lingkungan yang tak kunjung diperbaiki selama kurang lebih empat tahun terakhir. Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang rusak parah.

Aksi simbolis tersebut dilakukan karena warga merasa janji pembangunan akses jalan menggunakan paving blok sejak awal perumahan dibangun hingga kini belum juga direalisasikan. Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur saat hujan, serta dipenuhi debu ketika musim panas, dinilai semakin mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni.

Menurut warga, setiap musim hujan jalan di kawasan perumahan itu berubah menjadi kubangan air yang sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Sementara saat cuaca panas, debu beterbangan hingga masuk ke dalam rumah warga.

“Kondisi perumahan yang kami huni ini sangat memprihatinkan. Kami seperti tinggal di daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas layak. Saat hujan air menggenang di mana-mana, sementara saat panas debu beterbangan hingga menempel di dinding dan perabot rumah,” ungkap salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Warga juga mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan akibat kondisi lingkungan yang dinilai tidak sehat. Genangan air disebut berpotensi menjadi sarang penyakit seperti demam berdarah, diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit. Sedangkan debu yang terus beterbangan dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan dan iritasi.

“Partikel debu halus sangat berbahaya karena bisa masuk ke paru-paru dan memicu peradangan dalam jangka panjang. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Warga menilai perbaikan sementara dengan cara penimbunan atau tambal sulam tidak akan menyelesaikan persoalan. Mereka mendesak pengembang segera melakukan perbaikan permanen sesuai janji awal, yakni pemasangan paving blok di seluruh akses jalan perumahan.

Masyarakat pun memberi peringatan bahwa aksi protes akan terus berlanjut apabila tidak ada langkah nyata dari pihak pengembang dalam waktu dekat.

“Kalau kondisi ini tetap dibiarkan, kami akan menanam lebih banyak lagi pohon pisang di sepanjang jalan sebagai bentuk protes yang lebih besar,” tegas warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Laporan : Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed