KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadikan sektor pangan dan hilirisasinya sebagai salah satu prioritas pembangunan. Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sultra menggandeng Universitas Halu Oleo (UHO) dalam pelaksanaan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) program Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman.
Dari hasil pertemuan itu, Sultra mendapat alokasi CSR seluas 6.745 hektare yang tersebar di enam kabupaten, yakni Kolaka (500 ha), Kolaka Timur (2.195 ha), Konawe (1.400 ha), Konawe Utara (500 ha), Konawe Selatan (1.400 ha), dan Bombana (750 ha).
Selain alokasi cetak sawah, Sultra juga memperoleh kegiatan SID sebagai prasyarat sebelum memasuki fase konstruksi. Pelaksana teknis kegiatan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO melalui kontrak kerja sama.
UHO dinilai memiliki sumber daya manusia dengan kompetensi teknis untuk melaksanakan SID sesuai pedoman.
Plt Kadistanak Sultra, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., menjelaskan tim SID yang terdiri atas para akademisi seperti Dr. Syamsualam, SP., M.Sc., Ir. Baso Mursidi, MT., dan Dr. La Ode Alwi telah memulai tahapan awal survei dan investigasi di sejumlah area of interest (AOI) lokasi CSR.
“Hingga saat ini, tim telah menyelesaikan survei aspek sosial, ekonomi, serta investigasi kesesuaian lahan seluas 1.065 hektare. Selanjutnya pekerjaan memasuki fase desain. Hasil ini menunjukkan bahwa tim SID UHO memiliki kompetensi yang sejajar dengan perusahaan konsultan nasional lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan SID tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena menggunakan SOP yang lebih lengkap serta teknologi pemetaan terkini. Hal ini menjadi kunci utama sebelum pelaksanaan konstruksi CSR.
Program CSR di Sultra diyakini tidak hanya menambah luas lahan baku, tetapi juga meningkatkan produksi serta produktivitas padi di masa depan. Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi wujud nyata komitmen Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua dalam membangun Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Laporan: Rul R.
















































