Panen Raya Sukses, Gubernur Andi Sumangerukka Ukir Sejarah Baru Ketahanan Pangan di Sultra

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, kembali mencetak prestasi membanggakan dalam sektor pertanian.

Di bawah arahannya, produksi gabah kering panen (GKP) di Sultra mencatatkan rekor tertinggi dalam lima hingga enam tahun terakhir.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, Dr. LM Rusdin Jaya. Ia menyampaikan bahwa musim tanam pertama yang berlangsung dari Januari hingga Mei 2025 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

“Alhamdulillah, sampai musim tanam pertama ini, kita mencatat luas tanam yang signifikan. Pada Januari, tercatat seluas 7.041 hektare yang ditanami. Ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah kabupaten/kota dan petani di seluruh Sultra,” ungkap Dr. Rusdin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada Februari, atas atensi langsung dari Gubernur Andi Sumangerukka untuk menjaga ketersediaan stok pangan dan mendorong swasembada, penanaman meningkat menjadi 7.253 hektare.

Pada Maret, tercatat 6.075 hektare, lalu melonjak di April hingga 18.622 hektare, dan memuncak pada Mei dengan estimasi penanaman mencapai 22.767 hektare.

Dari sisi panen, produksi gabah kering pun mengalami peningkatan signifikan. Pada Januari, hasil panen mencapai 31.084 ton, Februari 30.462 ton, dan April mencapai puncak tertinggi kedua dengan 78.212 ton.

Mei 2025 diperkirakan menjadi tonggak sejarah dengan estimasi panen sebesar 95.621 ton GKP — angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini semua berkat arahan dan perhatian Bapak Gubernur terhadap petani kita, juga terhadap keberlangsungan ketahanan pangan Sultra. Beliau sangat responsif terhadap keluhan petani, dan itulah yang jadi kunci kesuksesan produksi pertanian kita tahun ini,” tambah Dr. Rusdin.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Gubernur Andi Sumangerukka dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan Sultra sebagai lumbung pangan regional yang andal.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *