KENDARI, LINKSULTRA.COM — Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menggenjot pelaksanaan pembangunan empat ruas jalan strategis di berbagai wilayah sebagai bagian dari program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.
Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan sektor pertanian, kesehatan, hingga sanitasi masyarakat melalui perbaikan infrastruktur dasar.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengungkapkan bahwa pekerjaan ini memiliki tenggat waktu yang terbatas, namun tetap menekankan pentingnya kualitas sebagai prioritas utama. Keempat proyek tersebut antara lain:
1. Jalan Ronta–Lambale, Kabupaten Buton Utara
Dikerjakan oleh CV Bintang Tombika, dengan nilai proyek Rp10,5 miliar, panjang 3,5 km dan lebar 4,5 meter. Masa pekerjaan: 150 hari kalender.
2. Jalan Pramuka Boulevard, Kota Kendari
Dikerjakan oleh CV Danindo, dengan nilai proyek Rp1,1 miliar, panjang 400 meter dan lebar 6 meter. Masa pekerjaan: 120 hari kalender.
3. Jalan Brigjen Katamso, Kota Kendari
Masih oleh CV Danindo, dengan nilai proyek Rp7,2 miliar, panjang 3 km dan lebar 6 meter. Masa pekerjaan: 150 hari kalender.
4. Ruas Jalan Batas Kota Kendari – Ponggaluku
Dikerjakan oleh CV Dzaki Sali Pratama, dengan nilai proyek Rp5,8 miliar, panjang 2,5 km dan lebar 6 meter. Masa pekerjaan: 120 hari kalender.
Pahri Yamsul menekankan bahwa seluruh pekerjaan akan dimulai setelah penandatanganan kontrak.
Ia juga mengingatkan bahwa bulan Juni dan Juli merupakan musim hujan, sehingga seluruh pihak pelaksana diminta untuk mengantisipasi potensi hambatan dan bekerja sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Kita kerja dengan waktu yang terbatas. Kalau ada kendala, mari berkoordinasi dan saling membantu. Tidak ada toleransi untuk mengurangi kualitas. Kualitas harus jadi yang paling utama,” tegas Pahri.
Ia juga menyampaikan bahwa jika dalam pelaksanaan ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian teknis dengan spesifikasi yang disyaratkan, maka pekerjaan tersebut wajib dibongkar, bahkan jika proyek tersebut telah selesai 100 persen.
“Ini bukan lagi imbauan, tapi warning. Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, kami akan sangat tegas. Kalau ditemukan masalah teknis yang tidak sesuai, kami akan bongkar, apapun kondisinya,” ujarnya.
Ia berharap semua pihak pelaksana proyek dapat bekerja secara optimal demi mewujudkan program infrastruktur yang mendukung berbagai sektor pembangunan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Laporan: Rul R.









































