Pemprov Sultra Dorong Wisata Kapal Pesiar dan Investasi Resort Premium untuk Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

KENDARI, LINKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi unggulan, peningkatan kunjungan kapal pesiar, dan pembukaan peluang investasi resort berkelas dunia.

Tahun 2025 ini, Sultra tercatat telah menerima lima kapal pesiar internasional dengan kapasitas 250–300 penumpang yang singgah di wilayah Baubau.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra menjelaskan, hasil pembahasan dengan Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menargetkan peningkatan jumlah kunjungan kapal pesiar hingga dua kali lipat pada tahun mendatang.

“Kita berharap tahun depan bisa mencapai sepuluh kapal pesiar yang berlabuh, bukan hanya di Baubau tetapi juga di Raha dan Kendari. Karena itu, kita akan melakukan lobi langsung dengan pengusaha pelayaran dan agen wisata di Bali serta Australia agar Sultra masuk dalam jalur pelayaran utama,” ungkapnya.

Menurutnya, wilayah Baubau dan Raha memiliki potensi wisata paling besar untuk dikunjungi wisatawan mancanegara. Selain atraksi budaya seperti Kampung Tenun Sula’a, destinasi alam seperti Liangkaburi di Raha dinilai sudah memiliki nilai jual internasional.

Namun, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia perlu terus dibenahi.

“Kita harus menyiapkan sarana transportasi untuk 250 wisatawan sekaligus serta meningkatkan kemampuan para pemandu lokal agar mampu memberikan pelayanan yang profesional,” katanya.

Dinas Pariwisata juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas akomodasi.

Sebab, sebagian besar wisatawan kapal pesiar hanya melakukan kunjungan singkat tanpa menginap.

“Kalau hotel dan resort dengan standar internasional sudah tersedia, wisatawan bisa tinggal lebih lama. Ini berarti perputaran ekonomi masyarakat semakin besar,” tambahnya.

Untuk mendorong hal itu, Pemprov Sultra membuka peluang investasi bagi pihak swasta untuk membangun resort premium di Pulau Pendek dan Pulau Ular, dua lokasi yang dinilai berpotensi menjadi destinasi unggulan baru di Sultra.

Langkah ini juga selaras dengan visi Gubernur Andi Sumangerukka yang ingin menjadikan Sultra sebagai bagian dari jaringan pariwisata terintegrasi di kawasan Sulawesi.

Menurut dia, sebagai Ketua Badan Pengelola Kawasan Regional Sulawesi (BPKRS), Gubernur mendorong kolaborasi lintas provinsi agar pariwisata di Sulawesi berkembang secara terencana, berkelanjutan, dan saling mendukung.

Beberapa waktu lalu, seluruh kepala dinas pariwisata se-Sulawesi menggelar rapat daring untuk menindaklanjuti hasil pertemuan di Toraja dan menyusun rencana kerja bersama, termasuk pembentukan forum investasi pariwisata Sulawesi.

“Tujuan kita bukan sekadar meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal mereka di destinasi kita. Ketika length of stay meningkat, otomatis ekonomi lokal tumbuh dan pendapatan asli daerah (PAD) ikut naik. Sultra memiliki potensi luar biasa; yang dibutuhkan adalah kerja sama, kesiapan, dan kemauan besar untuk mewujudkannya,” tegas Belli.

 

Laporan: Rul R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *