KENDARI, LINKSULTRA.COM – Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. menegaskan bahwa keputusannya kembali ke lingkungan akademik Universitas Halu Oleo (UHO) tidak terkait dengan dinamika pemilihan rektor yang sedang berlangsung. Menurutnya, kepulangan tersebut murni dilandasi semangat pengabdian serta keinginan untuk melanjutkan karier akademik sebagai dosen.
Asrun Lio menjelaskan bahwa dirinya secara resmi telah kembali ke kampus sejak 1 Mei 2026. Ia menyadari momentum tersebut bertepatan dengan tahapan pendaftaran calon rektor UHO sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Saya memahami munculnya berbagai asumsi karena waktunya memang bersamaan dengan proses pemilihan rektor. Namun saya tegaskan bahwa kepulangan saya ke kampus bukan untuk maju sebagai calon rektor, melainkan untuk kembali mengabdi sebagai akademisi,” ujarnya.
Sebagai dosen yang mengawali karier di Universitas Halu Oleo sejak 1993, Asrun Lio mengaku masih memiliki cita-cita akademik yang ingin diwujudkan, yakni mencapai jenjang Guru Besar. Menurutnya, gelar tersebut merupakan puncak karier yang menjadi harapan setiap akademisi.
“Kalau seorang taruna bercita-cita menjadi jenderal, maka seorang dosen tentu memiliki cita-cita menjadi Guru Besar. Itu yang belum saya capai dan menjadi fokus utama saya saat ini,” katanya.
Selama berkarier, Asrun Lio telah mengemban berbagai jabatan strategis, baik di lingkungan kampus maupun pemerintahan. Di Universitas Halu Oleo, ia pernah menjabat Kepala UPT Bahasa, Kepala Pusat Studi, Kepala Sekretariat Rektor, Sekretaris Dewan Kehormatan dan Kode Etik, hingga Sekretaris Senat Universitas. Sementara di pemerintahan, ia pernah dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai jabatan tersebut dijalani sebagai amanah dan bagian dari proses pengabdian, bukan sesuatu yang secara khusus dikejar.
“Aspek terpenting bagi saya adalah bagaimana tetap memberikan kontribusi positif, baik bagi dunia pendidikan maupun pembangunan daerah. Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Asrun Lio juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memberikan dukungan kepada para calon rektor yang telah mengikuti tahapan pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap proses tersebut berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi Universitas Halu Oleo.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di birokrasi akan menjadi modal untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan tinggi. Namun untuk saat ini, fokus utamanya adalah kembali menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya ingin kembali aktif mengajar, meneliti, menulis karya ilmiah, serta memenuhi berbagai persyaratan akademik menuju Guru Besar. Itu yang menjadi prioritas saya saat ini,” tegasnya.
Ia berharap suasana akademik di Universitas Halu Oleo tetap terjaga dalam semangat kebersamaan, kolaborasi, dan saling menghormati demi kemajuan institusi.
“Harapan saya, kembalinya saya ke kampus dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta daerah,” tutupnya.
Lapiran : Rul R.










































