KENDARI, LINKSULTRA.COM – Sebagai bagian dari program Quickwin 100 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) di berbagai satuan pendidikan. Salah satu sekolah yang menjadi lokasi kegiatan adalah SMA Negeri 4 Kendari.
Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Juni ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Sultra, Wawan Ariyanto, personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA), serta guru dan siswa. Program ini merupakan bentuk edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada para pelajar, dengan tujuan menciptakan generasi yang tanggap, siaga, dan tangguh dalam menghadapi bencana.
“Kegiatan ini bertujuan agar kita semua, khususnya para pelajar, memahami pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana. Tagana selalu siap membantu para korban, tapi pelajar juga harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko bencana di sekolah dan lingkungannya,” ujar Wawan Ariyanto dalam sambutannya.

Program Tagana Masuk Sekolah mengacu pada sejumlah regulasi penting, antara lain:
- Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 29 Tahun 2012, yang mendefinisikan TAGANA sebagai relawan sosial terlatih yang memiliki kepedulian dalam penanggulangan bencana.
- Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019, yang mengatur tentang Sekolah Siaga Bencana (SPAB) sebagai upaya integrasi pendidikan kebencanaan di sekolah.
- MoU antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01 dan 04 Tahun 2019, sebagai dasar hukum pelaksanaan program TMS di lingkungan pendidikan.
Kegiatan TMS meliputi:
- Sosialisasi jenis-jenis bencana dan cara penanganannya
- Simulasi evakuasi dan penanggulangan bencana
- Pelatihan keterampilan dasar kebencanaan
- Pembelajaran identifikasi risiko di lingkungan sekolah
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat:
- Memahami jenis dan dampak bencana
- Mengetahui langkah-langkah penanganan darurat secara tepat
- Mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitarnya
- Berperan aktif dalam menciptakan budaya siaga bencana
Kepala Dinas Sosial Sultra, Wawan Ariyanto, berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Dengan demikian, pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap secara mental dan fisik dalam menghadapi situasi darurat bencana.

“Dengan pelatihan seperti ini, siswa menjadi lebih tangguh, terlatih, dan siap siaga menghadapi bencana apa pun,” tutup Wawan.
Dukungan dari Sekolah
Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kendari, Liyu, menyambut baik program ini dan menyampaikan apresiasi atas peran Dinas Sosial dalam membina kesadaran kebencanaan di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini membuat para siswa memahami langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi bencana. Harapannya, mereka bisa membantu menyelamatkan diri sendiri dan orang lain, sehingga korban jiwa bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Menurut Liyu, pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa yang sangat bermanfaat untuk membentuk karakter disiplin, berani, dan penuh empati dalam situasi darurat.
Antusiasme Siswa
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan semangat tinggi. Mereka terlibat langsung dalam simulasi evakuasi, praktik penggunaan alat darurat, serta diskusi interaktif mengenai skenario kebencanaan yang mungkin terjadi di lingkungan mereka.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid kedaruratan dan logistik, Dedet ilnari Yusta sebagai pemateri.
Laporan: Rul R. |










































