KENDARI, LINKSULTRA.COM — Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu” di Kelurahan Tobimeita, Kota Kendari, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan taraf hidup warga sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber tunggal, Dr. Zakiah Uslinawaty, S.P., M.Si. Beliau adalah Dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO sekaligus menjabat sebagai Ketua Unit Jaminan Mutu dan Sistem Informasi FHIL UHO.
Dalam pemaparannya, Dr. Zakiah menyampaikan bahwa potensi ekonomi hutan tidak hanya terletak pada kayunya.
“Seringkali kita berpikir bahwa kekayaan hutan hanya ada pada kayunya. Padahal, hasil hutan bukan kayu justru menyimpan potensi yang jauh lebih berkelanjutan. Tanaman obat, buah hutan, getah, rotan, jamur, dan berbagai produk hayati lainnya dapat diolah menjadi barang bernilai jual tinggi. Ini adalah jalan tengah: hutan tetap terjaga, namun masyarakat tetap bisa menikmati manfaat ekonominya secara terus-menerus.”
Menurut Dr. Zakiah, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu merupakan bentuk pengelolaan yang ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Jika kita mengambil kayu, butuh puluhan tahun agar hutan itu kembali seperti semula. Namun jika kita memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, hutan tetap berdiri tegak, dan kita tetap bisa mengambil manfaatnya setiap saat. Inilah yang kami sebut sebagai kesejahteraan tanpa merusak alam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari hutan yang masih hijau, maka kesadaran menjaga hutan akan tumbuh dengan sendirinya.
“Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari hutan yang masih berdiri hijau, maka secara otomatis mereka akan ikut menjaganya. Tidak akan ada lagi yang berani merusak atau menebang secara liar, karena mereka sadar, hutan yang hidup adalah sumber penghidupan yang abadi,” jelas Zakiah.
Dr. Zakiah juga menekankan pentingnya pendampingan agar masyarakat tidak hanya memanfaatkan hasil hutan, tetapi juga mampu mengolah dan memasarkannya dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Potensi alam di Kelurahan Tobimeita sangat melimpah. Namun potensi tersebut baru akan bermanfaat maksimal jika dikelola dengan ilmu dan keterampilan yang tepat. Mulai dari cara memanen yang benar, proses pengolahan yang higienis, pengemasan yang menarik, hingga cara pemasaran yang tepat sasaran. Semua ini akan kami dampingi bersama tim KKN Tematik UHO agar warga tidak hanya memanfaatkan hasil hutan, tetapi juga mendapatkan keuntungan yang sebanding dengan jerih payahnya,” papar dia.
Di akhir pemaparan, Dr. Zakiah menegaskan bahwa kehadiran tim KKN Tematik UHO di Kelurahan Tobimeita adalah untuk membangun kemitraan yang setara dan berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Kehutanan, Kepala Seksi Wilayah 3 Balai Perhutanan Sosial, Sekretaris Camat Nambo, Kepala Lurah Tobimeita, Dosen Jurusan Kehutanan FHIL UHO, Perwakilan KPH Gularaya, Pengurus dan Anggota Kelompok Tani Hutan, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik, serta masyarakat Kelurahan Tobimeita.
Laporan : Rul R.
















































