KENDARI, LINKSULTRA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus (PSBK) menggelar Seminar Hari Peduli Autis Sedunia 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pendidikan inklusif dan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan yang mengusung tema “Autisme dan Kemanusiaan: Setiap Kehidupan Bernilai” tersebut berlangsung di Hotel Plaza Inn Kendari, Rabu (10/6/2026).
Seminar menghadirkan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Festa Yumpi, S.Psi., M.Si., Psikolog, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru taman kanak-kanak, kepala sekolah, akademisi, pemerhati disabilitas, hingga perwakilan majelis taklim.
Dalam pemaparannya, Dr. Festa Yumpi menekankan pentingnya peran guru, orang tua, dan masyarakat dalam mengenali karakteristik anak berkebutuhan khusus sejak usia dini.
Menurutnya, kepekaan terhadap kebutuhan anak menjadi langkah awal dalam memastikan mereka memperoleh layanan pendidikan yang sesuai serta mendapatkan hak-haknya secara optimal.
“Ketika kita mengenali kebutuhan anak berkebutuhan khusus, maka akan lebih mudah memberikan perlakuan yang tepat sekaligus memastikan hak-hak mereka dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa asesmen perkembangan anak menjadi instrumen penting dalam memetakan kebutuhan belajar setiap individu.
Dengan asesmen yang tepat, guru dan orang tua dapat menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan anak sehingga proses pendidikan berjalan lebih efektif dan inklusif.

Selain itu, Dr. Festa juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif, termasuk menyediakan sarana yang mendukung kebutuhan sensorik anak serta membangun interaksi positif antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler.
Menurutnya, nilai-nilai inklusivitas perlu ditanamkan sejak jenjang PAUD hingga sekolah dasar agar tercipta budaya saling menerima dan menghargai perbedaan.
Ia mengaku terkesan dengan antusiasme peserta seminar yang menunjukkan semangat tinggi untuk memahami dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya melihat para peserta memiliki motivasi dan komitmen yang kuat. Hal itu terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan serta keseriusan mereka mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD PSBK Dikbud Sultra, Nurhaerani Haeba, S.Pi., M.Si., M.Psi., mengatakan seminar ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang pendidikan inklusif.
Menurutnya, peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari tenaga pendidik, kepala sekolah, pemerhati disabilitas, organisasi kemasyarakatan, hingga akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.
Melalui kegiatan tersebut, Dikbud Sultra berharap semakin banyak pihak yang memahami pentingnya memberikan dukungan yang tepat kepada anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, belajar, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial sebagaimana anak-anak lainnya.
Laporan : Rul R.
















































