KENDARI, LINKSULTRA.COM – Tim Pengabdian Kemitraan Internal Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat.
Kegiatan edukasi bertema “Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan dalam Penerapan Praktik Agroforestri” digelar pada Senin (10/11/2025) di Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe.
Kegiatan ini dipimpin oleh Arniawati, S.Hut., M.Si., bersama empat anggota tim yaitu Dr. Nur Arafah, S.Hut., M.Si.; Dr. Sahindomi Bana, S.P., M.P.; La De Ahmaliun, S.Hut., M.Sc.; dan Sarwinda Intan Putri, S.Hut., M.Sc.. Mereka memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat.
Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas kelembagaan KTH agar mampu menerapkan sistem agroforestri secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di bawah tegakan pohon pinus yang menjadi lokasi aktivitas KTH. Di tempat tersebut, para anggota kelompok menerima berbagai materi tentang pentingnya struktur organisasi yang solid, pengelolaan administrasi, serta strategi kolaborasi antaranggota untuk memperkuat posisi kelembagaan mereka.
Salah satu anggota tim, La De Ahmaliun, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan KTH memiliki manfaat besar, baik dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kelembagaan yang kuat akan mendorong masyarakat lebih mandiri dalam mengelola hutan secara lestari dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Sahindomi Bana, S.P., M.P., menambahkan bahwa praktik agroforestri dapat berkembang lebih optimal jika antar-KTH saling berbagi pengalaman.
“Pertukaran informasi dan adopsi praktik terbaik dari kelompok lain menjadi kunci untuk memperluas pengetahuan dan memperbaiki sistem pengelolaan lahan,” katanya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab.

Ketua KTH setempat, Muh. Imran Japara, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh UHO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan bahkan dikembangkan menjadi program penelitian atau pendampingan lanjutan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian juga menyalurkan sejumlah bibit tanaman kepada kelompok tani untuk mendukung praktik agroforestri di lapangan.
Melalui kegiatan pengabdian kemitraan internal ini, UHO berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Harapannya, pendampingan yang berkelanjutan dapat mendorong Kelompok Tani Hutan menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan penting bagi generasi mendatang.
Laporan: Rul R.















































